Tribun

Bom di Kampung Melayu

Terduga Teroris Dari Keluarga Baik, Tapi Kurang Gaul

Apalagi setelah mengetahui bahwa kedatangan tim Densus 88 dan tim Rajawali dari Polrestro Jakarta Timur itu untuk menggerebek rumah terduga teroris.

Editor: Hendra Gunawan
Terduga Teroris Dari Keluarga Baik, Tapi Kurang Gaul
Alex Suban/Alex Suban
Anggota Densus 88 dan Satuan Gerak Cepat Polres Metro, Jakarta Timur berjalan seusai menggerebek dan menggeledah sebuah rumah komplotan Teroris Kampung Melayu di Jalan Bambu Kuning Utara, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/5/2017). Polisi menyita sepeda motor, hard disk, selebaran ISIS dan beberapa plat nomor. Warta Kota/Alex Suban 

"Salah satu pos keamanan aja dia bongkar tanpa permisi RT/RW. Anak-anak kecil juga nggak boleh berisik, sampai-sampai anak saya aja dibuat nangis," ujar Siti.

Namun menurut tetangga yang lain, Owe (50), keluarga AS adalah keluarga baik- baik. Ia pun sangat menyesalkan jika AS terkait dengan bomber Kampung Melayu.

"Saya kenal deket sama keluarganya, dan ini keluarga baik-baik. Saya gak curiga, kalo dibilang tertutup memang tertutup," katanya.

Dikatakannya, sebenarnya keluarga terduga teroris itu juga sering bertegur sapa dengan tetangga.

"Keluarganya itu sering negur kalau ketemu di jalan, jadi gak percaya aja kalo AS terlibat bom Melayu," ujar Owe.

Barang bukti

Usai penggerebekan dan pengeledahan di rumah AS kemarin, polisi keluar dari rumah dengan membawa sejumlah barang bukti yang disimpan dalam sebuah plastik berwarna putih.

Pantauan Warta Kota, ada juga sebuah kain yang dibawa oleh aparat kepolisian.

Tak hanya itu, sebuah buku, hardisc, dan dua sepeda motor milik terduga teroris, serta barang bukti lainnya, juga diamankan oleh Densus 88.
Bahkan dalam mencari barang bukti, polisi Densus 88 dan tim satgas Rajawali juga melibatkan sejumlah Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye.

Terlihat sejumlah pasukan oranye dipersilakan memasuki halaman rumah tersebut. Sedangkan sebagian pasukan orange lainnya menunggu di belakang garis polisi.

"Itu katanya suruh bantuin gali tanah, cari HP (ponsel) katanya," kata seorang anggota pasukan oranye. (m13/nis/kps)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas