Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tjahjo: Berkoalisi Tetapi Menikam dari Belakang

Bukan hanya itu, partai koalisi juga diminta agar tetap konsisten pada sikapnya yang mendukung keinginan pemerintah saat ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tjahjo: Berkoalisi Tetapi Menikam dari Belakang
KOMPAS IMAGES
Mendagri Tjahjo Kumolo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mulai mempertanyakan sikap partai yang berada di koalisi pendukung pemerintah.

Menurutnya, etika politik koalisi yang ada saat ini, semakin tidak jelas karena kepentingan jangka pendek.

"Enteng dan ringan saja meninggalkan etika koalisi, dan lari sendiri di tengah jalan. Ini kah etika berkoalisi?" katanya dalam pesan singkat, Jakarta, Jumat (14/7/2017)

Seharusnya, kata dia, partai koalisi pemerintah dapat mendukung dan memperjuangkan apa yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

Pasalnya, apa yang sedang diupayakan oleh pemerintah, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi juga bangsa dan negara.

Bukan hanya itu, partai koalisi juga diminta agar tetap konsisten pada sikapnya yang mendukung keinginan pemerintah saat ini.

"Tidak elok, berkoalisi tetapi menikam dari belakang," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mempertanyakan sikap pemerintah atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No 2 Tahun 2017 tentang Ormas, terutama bagi para pemberi saran.

Dikatakan olehnya, Perppu baru bisa keluar, apabila negara dalam keadaan yang genting dan memaksa. Sehingga hal tersebut dinilai tidak tepat.

"Perppu itu kan kalau keadaan genting memaksa. Siapa yang menyarankan Presiden untuk tanda tangan perppu? Sarannya kurang tepat," kata Zulkifli seusai acara halalbihalal di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (12/7/2017).

Pernyataan dia, memancing reaksi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang mempertanyakan sikap tersebut karena PAN sejauh ini masih tercatat sebagai partai pendukung pemerintah.

"Kalau sudah menyatakan dukungan pada pemerintah ya harusnya disertai dengan implementasi dukungan terhadap kebijakan, dukungan terhadap konsolidasi politik yang dilakukan Pak Presiden," ujar Hasto di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas