Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Silahkan Lapor Polisi Bila Melihat Wajah Terduga Pelaku Penyerang Novel Baswedan

Polri berhasil membuat sketsa wajah terduga penyerang Novel Baswedan. Tito menerangkan, sketsa berhasil dibuat 29 Juli 2017

Silahkan Lapor Polisi Bila Melihat Wajah Terduga Pelaku Penyerang Novel Baswedan
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7). Kapolri dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan kasus Novel Baswedan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat diminta aktif membeberkan informasi berkaitan dengan kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukan sketsa wajah terduga pelaku Novel. Masyarakat diharapkan bisa melaporkan ke polisi, bila melihat orang berwajah mirip sketsa yang disampaikan Tito.

"Kalau ada masyarakat yang melihat, sampaikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2017).

Polisi akan menerima informasi sekecil apa pun.

Baca: Kapolri Tunjukkan Sketsa Wajah Diduga Penyerang Novel Baswedan, Ini Ciri-cirinya!

Kemudian, akan memintai keterangan orang yang wajahnya mirip sketsa. Alibi orang tersebut akan dicek.

"Nanti kita tanya, apa betul, tanggal berapa. Alibinya kita cek kembali," kata Argo.

Sebelumnya, Polri berhasil membuat sketsa wajah terduga penyerang Novel Baswedan. Tito menerangkan, sketsa berhasil dibuat 29 Juli 2017.

Didapat setelah memintai keterangan seorang saksi.

Baca: Kapolri Singgung Cangkir Air Keras yang Dipakai Serang Novel Baswedan

Penyidik Polri menggandeng kepolisian dari Australia untuk menyelesaikan sketsa. Artinya, mendekati wajah yang dilihat saksi. Di mana saksi, pada saat kejadian penyerangan, melihat orang mencurigakan berdiri tidak jauh dari tempat Novel salat subuh.

Terduga pelaku memiliki ciri-ciri tinggi badan 170 sentimeter, kulit hitam, rambut keriting, dan berbadan ramping. Sampai saat ini, tepatnya 100 hari lebih pasca kejadian, polisi belum mampu mengungkap kasus. Kini, Novel pun masih dirawat di Singapura.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas