Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Inilah 8 Pejabat Negara Gunakan Rumah Untuk Transaksi Korupsi

Bahkan mereka telah melibatkan anggota keluarga, tidak hanya istri, suami, dan anak, tetapi juga kerabat keluarga lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Inilah 8 Pejabat Negara Gunakan Rumah Untuk Transaksi Korupsi
Istimewa
Siti Masitha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Praktik korupsi di Indonesia kini semakin merajalela dan telah masuk ke wilayah pribadi.

Tempat traksaksi korupsi pun tidak hanya terbatas di kantor, hotel, atau di areal publik lainnya, tetapi telah masuk ke rumah.

Baca juga: Sekilas Riwayat Siti Masitha, Anak Mantan Dirut Garuda yang Jadi Wali Kota

Rumah yang menjadi tempat pendidikan atau menanamkan nilai-nilai kebaikan pertama kali begitu manusia lahir di dunia, kini telah dirasuki perbuatan nafsu serakah.

Berdasarkan penelusuran Wartakotalive.com, para pejabat dan pengusaha korup itu tanpa malu-malu lagi melakukan transaksi penyedotan uang rakyat.

Bahkan mereka telah melibatkan anggota keluarga, tidak hanya istri, suami, dan anak, tetapi juga kerabat keluarga lainnya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Wartakotalive.com, inilah para pejabat korup yang ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di rumah mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

1. Bupati Tegal Siti Mashita Soeparno, Selasa (29/8/2017).

Siti Masitha Soeparno
Siti Masitha Soeparno (TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI P)

Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinasnya, Selasa (29/8/2017) petang, di Tegal, Jawa Tengah.

Penangkapan itu diduga akibat kasus korupsi pengadaan infrastruktur kesehatan di rumah sakit di Kota Tegal.

Untuk sementara ini, KPK menemukan barang bukti senilai Rp 300 juta.

Direksi sebuah RS di Kota Tegal ikut digelandang ke Jakarta karena menyuap sang wali kota.

2. Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono, Rabu (23/8/2017)

Tim KPK menangkap tangan Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono atas dugaan suap Rp 20,74 miliar.

Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono (rompi oranye) ditahan petugas KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur Jakarta, Kamis (25/8/2017), usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) penerimaan suap sebesar Rp20,074 miliar terkait proyek di Kemenhub sepanjang 2016-2017.
Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono (rompi oranye) ditahan petugas KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur Jakarta, Kamis (25/8/2017), usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) penerimaan suap sebesar Rp20,074 miliar terkait proyek di Kemenhub sepanjang 2016-2017. (Tribunnews.com/Abdul Qodir)

Tonny bisa dibilang pejabat paling rakus jika dilihat dari kelakuan dan barang bukti yang ditemukan.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas