Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahli Psikologi Forensik Sebut Miryam Gunakan Kalkulator Untuk Hitung Pembagian Uang e-KTP

"Ada respon-respon positif dia mau bekerja sama atau koperatif terhadap pertanyaan-pertanyaan penyidik dan memastikan dengan menghitung,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ahli Psikologi Forensik Sebut Miryam Gunakan Kalkulator Untuk Hitung Pembagian Uang e-KTP
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Miryam S Haryani. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Miryam S Haryani menggunakan kalkulator saat diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011.

Kalkulator itu digunakan untuk menghitung terkait pembagian dana terkait anggaran e-KTP.

Baca: Golkar Pastikan Setya Novanto Koperatif Terhadap Panggilan KPK

"Itu untuk menekankan hitung-hitungan mengenai dana waktu itu," kata Ahli Psikologi Forensik Reni Kusumowardhani dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (18/9/2017).

Menurut Reni, Miryam menggunakan kalkulator tersebut untuk memastikan pembagian sejumlah tersebut.

"Jadi dia mencoba menghitung menggunakan kalkulator pada waktu itu," ungkap Reni.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Kementerian PUPR Bor Tanah Cari Air Hadapi Kemarau

Kondisi tersebut, ungkap Reni, dalam bahasa psikologis disebut sebagai 'response fight' yang positif.

Miryam berusaha untuk menghadapi keadaan yang membuat dia tidak nyaman karena berada di situasi yang tidak biasa.

"Ada respon-respon positif dia mau bekerja sama atau koperatif terhadap pertanyaan-pertanyaan penyidik dan memastikan dengan menghitung," ungkap dia.

Baca: Bos Garuda Indonesia Ngotot Kepada Produsen Tunda Tambah Pesawat

Reni menambahkan pada saat itu Miryam juga mengalami konflik batin karena nama-nama yang dia sebut dalam BAP tersebut yang membuat dia serba salah.

Di satu sisi, Miryam harus mengungkapkan nama-nama tersebut.

Namun, di lain pihak dia akan menerima dampaknya jika tidak menguraikannya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas