Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Isu Paling Membayakan Dalam Pemilu Menurut Bawaslu

"Ini isu (SARA dan kampanye hitam) yang paling memiliki daya ledak dan daya rusak tinggi,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ini Isu Paling Membayakan Dalam Pemilu Menurut Bawaslu
Tribunnews.com/ Muhammad Zulfikar
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochammad Afifuddin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - ‎Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengakui bahwa isu berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan kampanye hitam merupakan hal berbahaya dalam sebuah penyelenggaraan pemungutan suara.

"Ini isu (SARA dan kampanye hitam) yang paling memiliki daya ledak dan daya rusak tinggi," kata Afifuddin di kawasan Bogor, Jumat (13/10/2017).

Baca: Perombakan Pengurus Golkar Dinilai Sebagai Upaya Penguatan Posisi Setya Novanto

Afif menuturkan, dalam beberapa Pilkada terakhir yang diselenggarakan, pihaknya mengantisipasi dengan seksama mengenai isu kampanye negatif, kampanye hitam hingga SARA.

Dirinya mengakui bahwa Bawaslu belum memiliki perangkat yang lengkap dalam pengawasan.

Baca: 4 Fakta Bayi Kambing Mirip Manusia, Lahir Hari Jumat Hingga Wujudnya

"Isu kampanye negatif, kampanye hitam, kampanye SARA ini benar-benar dikapitalisasi banyak orang dan kita belum punya banyak perangkat untuk melakukan pengawasan," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski begitu kata Afif, Bawaslu ‎senantiasa melakukan pencegahan terhadap isu kampanye hitam maupun isu SARA.

Baca: 5 Fakta Anggota DPRD Digerebek Tidur di Rumah Janda, Kronologi Hingga Hasil Visumnya

Dirinya mencontohkan, pihaknya melakukan koordinasi dengan badan siber kepolisian serta Kominfo.

"‎Peraturan Bawaslu terkait (kampanye hitam) ini juga‎ kita orientasi untuk aktif melakukan pengawasan terhadap akun-akun," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas