Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pinhantanas dan PT Askrindo Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Tingkatkan Indhan Nasional

“Ini adalah cara untuk merevitalisasi industri pertahanan nasional termasuk upaya pengembangan dan peningkatan daya saingnya,” kata Connie

Pinhantanas dan PT Askrindo Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Tingkatkan Indhan Nasional
Istimewa
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu seusai menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Askrindo dengan Perkumpulan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (3/5/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sinergi antara Industri Pertahanan Nasional dengan pelaku industri keuangan nasional terjalin dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perkumpulan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) dan PT Askrindo (Persero) di Gedung Kementerian Pertahanan, Kamis (3/5/2018) pagi, disaksikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Kehadiran Menteri Pertahanan dalam momen penandatanganan kerja sama ini menunjukkan bahwa pemerintah mendukung penuh kemajuan industri pertahanan nasional.

Baca: Kemiskinan Keluarga di Tangerang, Tinggal di Gubuk Hingga Minum Air Comberan

Terutama dari pelaku usaha swasta yang selama ini berada di bawah pembinaan Badan Sarana Pertahanan dan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan.

Menurut Ketua Dewan Pengawas Pinhantanas, Connie Rahakundini Bakrie, sinergi lintas sektor industri ini akan saling menguatkan kedua belah pihak.

“Ini adalah cara untuk merevitalisasi industri pertahanan nasional termasuk upaya pengembangan dan peningkatan daya saingnya,” kata Connie dalam sambutannya, Kamis (3/5/2018).

Connie mengatakan, kerja sama dengan industri keuangan dalam negeri juga akan sangat berguna dalam mendukung seluruh pelaku industri pertahanan nasional. Baik itu Pinhantanas maupun Perkumpulan Perusahaan Ekspor-Impor (PP Eksim) Alpalhankam yang bila ditotal bersama jumlahnya mencapai 545 pelaku industri.

Afiliasi kedua asosiasi ini pun akan bisa mewujudkan transfer teknologi antara produk dalam negeri dengan pabrikan Alpalhankam yang mereka ageni di luar negeri.

Connie memaparkan bahwa saat ini, Industri Pertahanan Swasta Nasional bersama BUMN memang sudah bisa memenuhi kebutuhan beberapa Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) pengguna di dalam negeri seperti TNI dan Polri. Namun tetap masih ada kendala yang dihadapi pelaku industri pertahanan yaitu esulitan modal usaha.

Connie menjelaskan kesulitan itu karena mahalnya biaya investasi teknologi tinggi yang selama ini belum bisa dijamin sepenuhnya oleh industri keuangan dalam negeri.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas