Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Butuh Waktu 3,5 Jam Bagi Terdakwa Kasus BLBI Bacakan Pledoi Pribadinya

"‎3,5 jam, saudara bacakan sendiri tanpa diganti, fisiknya kuat. Tadi saudara bacakan pukul 12.22-15.45 WIB," ujar Yanto.

Butuh Waktu 3,5 Jam Bagi Terdakwa Kasus BLBI Bacakan Pledoi Pribadinya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung membaca nota pembelaan atau pledoi ketika menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018). Dalam agenda Pembacaan Pledoi yang dibacakannya, terdakwa merasa dirinya tak layak diadili, hal itu dikatakan saat membacakan nota pembelaan yang diberi judul "'Perjalanan Menembus Ruang dan Waktu'. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembar demi lembar nota pembelaan atau pledoi yang disusun sendiri oleh Syafruddin Arsyad Temenggung rampung dibacakan dalam sidang lanjutan perkara korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Kamis (13/9/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Butuh waktu selama 3,5 jam, Syafruddin membacakan sendiri pledoinya tanpa meminta bantuan dari pihak manapun. Diakhir persidangan, ketua majelis hakim, Yanto mengomentari kekuatan fisik Syafruddin.

"‎3,5 jam, saudara bacakan sendiri tanpa diganti, fisiknya kuat. Tadi saudara bacakan pukul 12.22-15.45 WIB," ujar Yanto.

‎Pantauan Tribunnews.com, setelah terus menunduk dan membaca tanpa henti. Di pertengahan, Syafruddin meminta izin majelis hakim untuk minum karena sudah kehausan.
"Izin yang mulia, boleh saya minum dulu? ," pinta Syafruddin.

"Silahkan, minum dulu, anda kan membaca sendiri pledoinya. Kalau mau ke toilet juga silahkan, kami skors lima menit," ujar hakim Yanto.

Baca: Tuntutan 15 Tahun Penjara Bagi Syafruddin Temenggung Dinilai Berlebihan

Syafruddin menyatakan tidak perlu ke toilet, melainkan dia hanya ingin minum untuk menghilangkan dahaga. Selepas itu, Syafruddin kembali membaca pledoi berisi curahan hatinya atas perkara yang menjeratnya.

Tiba-tiba, suara ponsel peserta sidang memecah keheningan Syafruddin yang tengah menyelesaikan pembacaan pledoinya.

Lantunan suara ponsel menandakan waktu untuk salat Ashar. Langsung, sidang diskors oleh hakim Yanto selama kurang lebih lima menit.

"Waktunya Ashar, kita skors dulu lima menit," kata Yanto.

Meski persidangan di skors, Syafruddin tetap setia duduk di bangku terdakwa. Dia tidak meminta izin untuk ke kamar kecil.

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas