Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengurus PKS di Daerah Ini Ramai-ramai Mundur

Para pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengundurkan diri.

Pengurus PKS di Daerah Ini Ramai-ramai Mundur
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Pengunduran diri itu tertuang dalam selembar surat yang ditandatangani oleh delapan orang pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kecamatan Sukodono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengundurkan diri.

Pengunduran diri itu tertuang dalam selembar surat yang ditandatangani oleh delapan orang pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kecamatan Sukodono.

Baca: Gempa Bumi di Donggala 7.7 SR, BNPB Ingatkan Potensi Gempa Susulan, Jangan di Dalam Rumah

Satu di antara alasan pengunduran diri karena adanya labelisasi dan memata-matai terhadap kader tertentu yang terus berlangsung.

"Adanya labelisasi dan memata-matai terhadap kader tertentu sehingga mengakibatkan lemahnya soliditas dan ukhuwah antar kader, membuat hubungan kerja organisasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya," ungkap isi surat pengunduran diri tersebut bertanggal 26 September 2018.

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Ahmad Mundzir yang menjabat Ketua DPC PKS Kecamatan Sukodono membenarkan perihal surat pengunduran dirinya beserta tujuh kader partai lainnya.

"Ya benar, per hari ini saya kirimkan surat pengunduran diri dari ketua DPC PKS Sukodono kepada ketua DPD PKS Kabupaten Sidoarjo," ujar Mundzir saat dikonfirmasi, Jumat (28/9/2018).

Mundzir pun mengungkapkan alasan lain di balik pengunduran diri dari struktural PKS.

Dia mengatakan menolak untuk berbaiat ulang dan janji setia kepada PKS yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.

"Dengan adanya tanda tangan ulang di atas materai untuk janji setia kepada PKS yang sebelum-sebelumnya tidak pernah dilakukan," ujar Mundzir.

"Di PKS semua kader berdasarkan trustworthy (saling percaya) dan dengan adanya janji setia ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan struktur kepada kadernya dan ini seperti melecehkan dan menyakiti para kader dan masyaikh yang telah berjuang dari awal untuk membangun PKS sampai menjadi seperti saat ini," tutup Mundzir.

Sebelumnya, kader dan pengurus PKS di daerah laim juga telah ada yang mengundurkan diri dari PKS.

Djoni Siswoyo, ketua DPC PKS Palmerah telah mengundurkan diri pada Rabu (19/9/2018).

Kemudian Muhaimin Tamim yang sebelumnya menjadi anggota DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat juga mengundurkan diri dari PKS.

Begitu juga dengan Mohammad Sabiqin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kaderisasi DPW PKS Jawa Barat mengundurkan diri dari partai tersebut.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas