Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Siapkan Alat Kantor, Pemred Obor Rakyat Siap Rekrut Wartawan

Pemimpin Redaksi Obor Rakyat, Setiyardi Budiono, memastikan akan menerbitkan kembali tabloid tersebut dalam waktu dekat.

Siapkan Alat Kantor, Pemred Obor Rakyat Siap Rekrut Wartawan
Tribunnews.com/ Yurike Budiman
Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setyardi Budiono bersama Redaktur Pelaksana Darmawan Supriyossa 

Terlebih, tidak ada sponsor dari pihak manapun untuk kembali menerbitkan Obor Rakyat. Dengan begitiu, pemberitaan dipastikan akan tetap terjaga independensinya.

"Sebagai media, kami tidak akan ke kanan maupun ke kiri. Kami berada di tengah-tengah," kata dia.

Menurutnya, produk tabloid Obor Rakyat pada saat Pilpres 2014 lalu hingga membuat dipidanakan adalah hal yang biasa. Sebab, adalah hak narasumber memperkarakan pihak media jika merasa ada produk yang tidak tepat.

Dia menegaskan, dirinya mendekam di penjara bukan berarti dunia jurnalistik yang digelutinya harus selesai.

"Saya sama seperti teman-teman yang lain. Jadi petani, saya tidak punya lahan. Apa yang saya bisa ya layaknya seorang wartawan. Membuat berita dan menginformasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Dua pimpinan Obor Rakyat, Darmawan Sepriyosa dan Setyardi Budiono, yang terjerat kasus karena pemberitaan di tabloid Obor Rakyat pada Pilpres 2014, divonis 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada November 2016. Keduanya terbukti melakukan pidana penistaan dengan tulisan terhadap Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014.

Keduanya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, justru Peengadilan Tinggi memperberat hukuman keduanya menjadi 1 tahun penjara. Dan selanjutnya, pengajuan kasasi keduanya ditolak oleh MA.

Keduanya baru dieksekusi dan ditangkap oleh pihak kejaksaan pada 8 Mei 2018. Keduanya ditahan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Keduanya ditangkap berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Dan pada 3 Januari 2019, keduanya dibebaskan dari penjara karena mendapat cuti bersyarat terhiutng 3 Januari 2019 sampai 8 Mei 2019.

Tak Takut Dijebloskan Lagi ke Penjara

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas