Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Suap PK

Istri Mantan Sekretaris MA Akui Simpan Sobekan Dokumen Perkara di Saku Baju Tidur

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, mengungkapkan pernah merobek dokumen putusan perkara.

Istri Mantan Sekretaris MA Akui Simpan Sobekan Dokumen Perkara di Saku Baju Tidur
Tribunews.com/Glery Lazuardi
Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, memberikan keterangan sebagai saksi di sidang kasus dugaan suap terkait peninjauan kembali yang menjerat terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (28/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, mengungkapkan pernah merobek dokumen putusan perkara.

Perobekan dokumen itu dilakukan di rumahnya yang berada di bilangan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 19 April 2016.

Dalam persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (28/1/2019), istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuradia, membenarkan kejadian yang dilakukan suaminya.

Baca: Sinergi KPK, Polri dan Kejaksaan Tangkap DPO Kasus Korupsi Peningkatan Trotoar

Bahkan, Tin Zuraida sempat mengambil sobekan dokumen perkara yang sudah disobek dan dibuang suaminya ke dalam tempat sampah.

"Iya karena (tempat sampah) itu sudah penuh dengan botol dan sisa air buangan. Basah, jadi saya ambil," kata dia, saat memberikan keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Senin (28/1/2019).

Namun, dia mengaku, tidak mengetahui isi sobekan dokumen itu.

Baca: Pria Ini Jadi Korban Penipuan Oknum PNS, Uang Rp 20 Juta Amblas, Begini Kronologinya

Dia hanya menerima keterangan dari suaminya yang menyatakan dokumen itu merupakan fotokopi putusan Bank Danamon.

Menurut Tin Zuraida, perbuatan itu terjadi sebelum tim KPK menggeledah rumahnya, pada 20 April 2016 lalu.

Dia mengaku sempat ingin membuang dokumen, tetapi tim KPK keburu sampai di kediamannya untuk menggeledah.

"Pada malam penggeledahan itu saya ingin membuang lalu saya meletakkan di dua saku baju tidur," kata Tin.

Baca: 3 Kicauan Ahmad Dhani di Twitter yang Membuatnya Divonis 1,5 Tahun Penjara karena Ujaran Kebencian

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas