Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demokrasi Terancam Jika Teror dan Intimidasi Dibiarkan Dalam Pemilu

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Soleman B Ponto mengatakan teror dan intimidasi terkait pesta demokrasi terlihat nyata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Demokrasi Terancam Jika Teror dan Intimidasi Dibiarkan Dalam Pemilu
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS), Soleman B Ponto, Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, Pakar Pilitik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit, dan Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta dalam diskusi bertajuk Selamatkan Demokrasi, Melawan Segala Bentuk Intimidasi Politik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). 

Kedua, karena memang ada pihak yang menggunakan teror dan intimidasi sebagai strategi memenangkan Pemilu 2019.

"Intimidasi dan teror digunakan sebagai alat untuk meraih tujuan politik. Intimidasi dan teror tidak hanya dilakukan secara fisik tetapi juga secara psikis yang menggunakan narasi-narasi yang membuat target ketakutan sehingga mau mengikuti keinginan intimidator," papar dia.

Dalam konteks Pemilu 2019, Stanislaus mengatakan intimidasi dan teror mempunyai dua tujuan, pertama untuk memenangkan pihak intimidator dengan menggalang target suara, yang kedua, membuat pendukung lawan politik golput atau tidak ikut memberikan hak suara.

"Intimidasi dan teror harus dilawan. Pembiaran atas hal tersebut akan merusak demokrasi Indonesia. Selain itu negara harus hadir dan bertindak tegas jika terjadi intimidasi dan teror dalam Pemilu 2019," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas