Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPK Klaim Terus Upayakan Eksradisi Mantan Bos BDNI Sjamsul Nursalim dari Singapura ke Indonesia

‎Syafruddin merupakan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang telah divonis bersalah dalam kasus ini.

KPK Klaim Terus Upayakan Eksradisi Mantan Bos BDNI Sjamsul Nursalim dari Singapura ke Indonesia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kanan) dan Ketua KPU Arief Budiman (kiri) memberikan keterangan pers di kantor KPK, Jakarta, Senin (8/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut pihaknya bakal mengambil upaya hukum alternatif terhadap pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim.

Menurut Saut, Sjamsul telah dua kali mangkir ketika dipanggil di proses penyelidikan kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BDNI.

"Nanti kan ada upaya hukum alternatifnya, makanya nanti kita akan umumkan," ujar Saut kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).
Sjamsul Nursalim saat ini diduga tengah berada di Singapura bersama istrinya, Itjih Nursalim.

‎Saut menjelaskan, komisi antirasuah sudah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk menghadirkan Sjamsul ke KPK. Akan tetapi belum membuahkan hasil.

"Koordinasi dengan negara itu juga sudah sering, ‎ada kesimpulan nanti. Nanti kita umumkan deh segera," jelasnya.

Maka dari itu, Saut berjanji KPK akan segera mengumumkan status hukum Sjamsul Nursalim dalam kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BDNI. 

Baca: BPN Bikin Survei Internal, Hasilnya: Prabowo-Sandiaga 62 Persen, Jokowi-Maruf 38 Persen

"Nanti. Nanti kita umumkan (perkembangan kasus BLBI terkait Sjamsul Nursalim). Pokoknya nanti segera kita umumkan. Nanti kita umumkan," tandasnya. 

Sjamsul Nursalim
Sjamsul Nursalim (TEMPO)

KPK sendiri sebenarnya telah meningkatkan kembali kasus korupsi SKL BLBI ke tingkat penyidikan setelah mengamati hasil‎ persidangan Syafruddin Arsjad Temenggung.

‎Syafruddin merupakan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang telah divonis bersalah dalam kasus ini.

Baca: Mendaki Gunung Arjuno Lalu Hilang Jejaknya Selama 6 Bulan, Faiqus Ditemukan Tinggal Tulang-Belulang

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham F Maulana
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas