Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Papua

Wagub Papua Barat: Kondisi di Manokwari Sudah Kondusif

Adapun tuntutan para pendemo adalah permintaan maaf dari Gubernur Jawa Timur dan Walikota Malang.

Wagub Papua Barat: Kondisi di Manokwari Sudah Kondusif
Srihandriatmo Malau/Tribunnews.com
kondisi Manokwari 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Situasi berangsur kondusif di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019) sore WIT.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dalam wawancara dengan Kompas TV, Senin (19/8/2019).

Sebagaian besar demonstran yang terlibat aksi solidaritas di Manokwari, Papua Barat,

Tersisa sejumlah pendemo yang masih bertahan di sebuah Hotel yang masih menunggu kepastian dari aspirasi yang telah mereka sampaikan kepada pemerintah.

Baca: Pemerintah Mesti Bayar Rp3,9 Triliun ke Korban Kerusuhan Maluku 1999, MA: Untuk Rakyat

"Kita minta pimpinan massa untuk membubarkan diri karena tuntutan sudah mereka sampaikan. Mereka bisa kembali dan situasi kembali kondusif. Dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal," ujar Lakatoni.

Menurut dia, semua tuntutan para pendemo yang terlibat aksi solidaritas di Manokwari, Papua Barat, langsung dikordinasikan dan dikomunikasikan dengan Kapolda dan Pangdam Kasuari. Pun kepada Gubernur Papua Barat.

Adapun tuntutan para pendemo adalah permintaan maaf dari Gubernur Jawa Timur dan Walikota Malang.

"Mereka yang masih bertahan di sini, cenderung hanya ingin mengetahui perkembangan. Jadi mereka bukan mengajukan tuntutan-tuntutan lagi. Tapi sebagian besar mereka yang masih melihat-lihat situasi saja," jelasnya.

Jadi dia pastikan sudah tidak ada lagi aksi-aksi seperti pagi tadi terjadi di Manokwari.

Baca: Ceritakan Saat Nembak Paula Verhoeven, Baim Wong Ungkap: Dulu Dia Sombong, Ogah-ogahan

"Ada kosentrasi massa. Tapi jumlahnya sudah tidak seperti tadi. Mereka cenderung menonton-nonton dan mencari tahu perkembangan saja," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Rusuh di Papua

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas