Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Atasi Konflik, Iluni UI Siap Jadi Mediator Antara Pemerintah dan Tokoh Papua

Saat ini, Ketua Policy Center Iluni UI, Muhammad Jibril menuturkan, pihaknya tengah melakukan sejumlah kajian terlebih dahulu di internal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Atasi Konflik, Iluni UI Siap Jadi Mediator Antara Pemerintah dan Tokoh Papua
Igman Ibrahim
Muhammad Jibril 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Alumni Universitas Indonesia atau Iluni UI menyatakan siap untuk menjadi pihak ketiga yang menginisiasi pertemuan antara pemerintah dan tokoh-tokoh Papua yang dinilai bertentangan dengan pemerintah.

Saat ini, Ketua Policy Center Iluni UI, Muhammad Jibril menuturkan, pihaknya tengah melakukan sejumlah kajian terlebih dahulu di internal.

"Kita ada keinginan juga untuk inisiatif untuk mendorong komunikasi konstruktif. Tapi harus didasarkan pada kajian-kajian yang punya prioritas yang baik. Makanya kami sedang melakukan kajian internal," kata Jibril dalam sebuah diskusi di Sekretariat Iluni UI, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Baca: PKB Ingin Mekanisme Pemilihan Ketua MPR Melalui Musyawarah Mufakat

Adapun kajian internal yang dilakukan oleh Iluni UI ialah melakukan sejumlah forum group discusion (FGD) serta bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan. Salah satunya dari seluruh alumni UI.

"Untuk waktunya masih tentatif karena prosesnya masih berjalan ya, tidak bisa menentukan. Tapi tentu kami outputnya punya bekal yang cukup untuk membuka inisiasi, ruang-ruang prawahana untuk membangun komunikasi konstruktif di antara beberapa pihak," ungkapnya.

Jibril menambahkan, pelibatan kalangan akademisi dalam proses mediasi konflik Papua dinilai mempunyai peran penting. Dia bilang, kalangan akademisi ialah kalangan yang bisa diterima semua pihak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Akademisi merupakan posisi yang diterima semua pihak, dia kan bebas nilai. Dia bisa diterima oleh pihak manapun yang mungkin berada dalam pusaran konflik ini. Ini masalah sudah lama. Makanya posisi akademisi penting untuk melihat masalah itu dengan jelas," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas