Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Novel Bamukmin Masih Berstatus Saksi Penganiayaan Ninoy Karundeng

Novel Bamukmin sempat diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penculikan dan penganiyaan Ninoy Karundeng

Novel Bamukmin Masih Berstatus Saksi Penganiayaan Ninoy Karundeng
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin keluar dari ruang persidangan seusai bersaksi dalam sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1). Sidang lanjutan tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian menyebut status juru bicara PA 212, Novel Bamukmin, masih menjadi saksi kasus dugaan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Novel Bamukmin sempat diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus penculikan dan penganiyaan Ninoy Karundeng kemarin, Kamis (10/10/2019).

"Statusnya masih saksi ya setelah diperiksa kemarin," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (11/10/2019).

Argo tidak membeberkan hasil pemeriksaan Nove. Dirinya juga belum memastikan pemanggilan kembali Novel.

Baca: Keluarga Kaget, dalam Keadaan Sudah Koma Akbar Alamsyah Dijadikan Tersangka

Sementara itu, engacara Novel Bamukmin, Krist Ibnu menyebut status kliennya masih sebatas saksi.

Dalam pemeriksaan semalam, Krist menyebut Novel sudah menjelaskan ke penyidik jika dirinya tidak berada di lokasi penculikan dan penganiyaan Ninoy saat itu.

"Statusnya masih saksi. Keterangan (Novel ke penyidik) adalah pada saat tanggal 30 September 2019 tidak berada di Masjid Al Falah Pejompongan," tutur Krist.

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan 13 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Mereka adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R. Dua orang lainnya adalah Sekjen PA 212, Bernard Abdul Jabbar dan pria berinisial F.

Sebelumnya, video diduga diculiknya Ninoy Karundeng berdurasi 2 menit 42 detik beredar di media sosial. Ninoy dalam video tersebut nampak menjawab pertanyaan yang diajukan seorang pria.

Pria itu nampak terus menginterogasi Ninoy sekaligus menyampaikan pernyataan bernada ancaman penganiayaan.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas