Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus First Travel

Tanggapi Kasus First Travel, Ketua Komisi VIII DPR: Kemenag Harus Evaluasi Biro Perjalanan Umrah

Yandri Susanto mengatakan Kementerian Agama tidak boleh lelah untuk melakukan evaluasi biro perjalanan umrah dan haji yang ada kemungkinan 'nakal'.

Tanggapi Kasus First Travel, Ketua Komisi VIII DPR: Kemenag Harus Evaluasi Biro Perjalanan Umrah
Twitter Indonesia Lawyers Club @ILCtv1
Putusan MA dinilai kontroversi. Korban FIRST TRAVEL bagaikan 'tertipu' dua kali. Janji ke Mekah tinggal mimpi, uang yg dicari setengah mati,hingga kini tak kunjung kembali. Perlu ilmu ikhlas tingkat tinggi utk merelakan pergi ke Tanah Suci. 

Maka menurut Yandri Susanto, Kementerian Agama (Kemenag) harus mempunyai tindakan yang tegas mengenai masalah ini.

"Karena kalau ini menjadi lengah lagi, karena rakyat animo untuk pergi ke tanah suci itu luar biasa," jelas Yandri Susanto.

"Maka kalau dengar tiket murah, harga promo, itu kadang-kadang terkecoh."

"Maka menurut saya, Menteri Agama yang punya regulasi itu memastikan bahwa para travel ini tidak boleh ada yang nakal lagi."

Kemenag diharapkan dapat membuat standar biaya berangkat haji dan umrah.

Sehingga masyarakat dapat waspada jika ada biro perjalanan umrah yang menawarkan dengan harga di bawah standar yang ditetapkan oleh Kemenag.

Selain itu, Kemenag juga dapat mendata biro mana yang layak digunakan untuk melakukan perjalanan umrah.

"Perlu diumumkan berapa sih sebenarnya standar harga orang bisa berangkat ke tanah suci itu. Kalau di bawah itu berarti ada sesuatu yang patut dicurigai," terang Yandri Susanto.

"Maka rakyat tidak boleh tertipu. Maka perlu diumumkan mana travel yang layak untuk dijadikan pedoman oleh rakyat untuk umrah, itu diumumkan oleh Kemenag," imbuhnya.

Karena menurut Yandri Susanto jika hal tersebut dilakukan akan terdapat informasi yang valid bagi masyarakat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas