Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Staf Khusus Jokowi

Staf Khusus Presiden Tak Bisa Buat Kebijakan, Ahmad Baidowi: Dia Hanya Mempercepat Komunikasi

Ahmad Baidowi menilai Staf Khusus Presiden hanya mempercepat komunikasi antara presiden dengan masyarakat.

Staf Khusus Presiden Tak Bisa Buat Kebijakan, Ahmad Baidowi: Dia Hanya Mempercepat Komunikasi
KOMPAS IMAGES
Ahmad Baidowi 

"Pak Jokowi saya dukung untuk membuat reformasi birokrasi, kan isunya mau memangkas jalur birokrasi," ungkap Mardani.

Menurutnya, Jokowi harus mulai berani untuk memangkas birokrasi dan mengambil kebijakan di periode keduanya ini.

"Ayo Pak Jokowi, beliau sudah dua periode, ambil kebijakan berani dan strategis. Buat reformasi birokrasi yang memangkas, sehingga kita bisa belajar," jelas Mardani.

Dalam acara tersebut, Ahmad Baidowi menilai sistem birokrasi Indonesia mempunyai alur yang panjang.

Sehingga presiden meminta bantuan Staf Khusus Presiden untuk mendapat masukan dari masyarakat lebih cepat.

"Presiden kalau melalui jalur birokrasi panjang sekali rutenya. Tapi kalau dengan stafsus ditunjuk datang ke elemen-elemen masyarakat, maka presiden akan mendapatkan input saat itu juga," ujar Ahmad.

Mardani Ali Sera mengatakan, memang presiden bisa mendapat masukan lebih cepat namun bisa timbul masalah baru.

Menurutnya, Staf Khusus Presiden yang turun ke masyarakat bisa jadi lewat jalur yang tidak resmi.

"Bisa kita cepat dapat, tapi juga bisa menimbulkan komplikasi, misalnya dari jalur resminya tidak seperti itu, mana yang harus diambil," kata Mardani.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menunjuk 14 Staf Khusus Presiden, tujuh di antaranya dari kalangan milenial.

Halaman
1234
Penulis: Nuryanti
Editor: Fathul Amanah
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas