Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Tanggapi Cuitan Billy Mambrasar soal 'Kubu Sebelah': Dia juga Sudah Meminta Maaf

Jokowi telah mengetahui cuitan stafsus Billy Mambrasar yang menuai protes warganet. Jokowi enggan terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
zoom-in Jokowi Tanggapi Cuitan Billy Mambrasar soal 'Kubu Sebelah': Dia juga Sudah Meminta Maaf
Biro Pers / TRIBUNNEWS Seno Tri Sulistyono
Presiden Jokowi enggan terlalu mempermasalahkan cuitan Billy Mambrasar yang menuai protes warganet dan meminta untuk memberi waktu para stafsus bekerja. 

Dalam kicauannya di akun Twitter pribadi Billy, @kitongbisa, stafsus milenial itu menuliskan hal berikut.

Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: BALI! Utk mengisi materi co-working space,mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda,utk pengurangan pengangguran&angka kemiskinan.”

Cuitan tersebut menuai protes warganet karena banyak yang mempertanyakan maksud penggunaan frasa 'kubu sebelah'.

Kini cuitan tersebut telah dihapusnya.

Billy pun sudah angkat bicara untuk mengklarifikasi cuitannya yang menuai protes.

Dalam klarifikasi yang diunggahnya di Twitter, Billy menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat manapun.

Ia memutuskan menghapus cuitan sebelumnya untuk menghindari polemik yang berlanjut.

Rekomendasi Untuk Anda

Billy pun menyampaikan permohonan maafnya.

"Bahwasanya sy tdk bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat manapun. Sy sdh melakukan klarifikasi &utk menghindari polemik berlanjut telah menghapus twit trsbt. Saya dgn ini memohon utk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya krn kesalah pahaman tsb," tulis Billy melalui akun Twitter-nya.

Dilansir Kompas TV, Billy pun menyebutkan maksud yang sebenarnya ingin ia sampaikan melalui cuitannya.

Billy juga mengklarifikasi terkait adanya anggapan Billy anti terhadap kelompok tertentu.

"Yang pertama, tentang keberagaman, seakan-akan saya anti kelompok tertentu," kata Billy.

"Saya sepakati bahwa saya mewakili dan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia, 270 juta orang Indonesia," lanjutnya.

Billy juga menyampaikan mengenai latar belakangnya.

Mahasiswa peraih beasiswa Oxford itu menyebutkan, dirinya telah belajar mengenai keberagaman sejak kecil.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas