Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Perpanjangan Izin FPI

Ketua Umum DPP FPI Sebut Khilafah dalam AD/ART sebagai Ajaran dan Keyakinan, Bukan Anti Pancasila

Ahmad Sobri Lubis mengatakan kata Khilafah dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai ajaran Islam.

Ketua Umum DPP FPI Sebut Khilafah dalam AD/ART sebagai Ajaran dan Keyakinan, Bukan Anti Pancasila
Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV
Ketua Umum DPP FPI, Ahmad Sobri 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis mengatakan kata Khilafah dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai ajaran Islam.

Ia mengatakan kata Khilafah tersebut tidak berhubungan dengan komunis, ataupun anti Pancasila.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku pemerintah belum bisa memberikan perpanjangan izin, karena ada kata kilafah dalam isi AD/ART FPI.

Ahmad Sobri Lubis mengatakan Khilafah yang dimaksud dalam AD/ART FPI artinya bukan komunis dan bukan anti Pancasila.

Menurutnya, kata Khilafah tersebut sebagai ajaran dalam agama Islam.

"Kemudian disebutkan kalau ada komunis versi NKRI bagaimana? berbeda," ujar Ahmad Sobri di Studio TV One, Selasa (3/12/2019), dikutip dari YouTube Indonesia Lawyers Club.

"Komunis itu anti Tuhan, anti Pancasila, sedangkan Khilafah itu bagian dari ajaran Islam," jelasnya.

Ia mengatakan, Khilafah adalah syariat yang tak mungkin ditolak.

"Khilafah itu syariat Islam yang tidak mungkin kita tolak," katanya.

"Karena Nabi Muhammad SAW sudah terang-terangan mengatakan dalam hadisnya," jelas Ahmad Sobri.

Ketua Umum DPP FPI, Ahmad Sobri
Ketua Umum DPP FPI, Ahmad Sobri (Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV)
Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Nuryanti
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas