Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Staf Khusus Jokowi

Kisah Pertemuan Stafsus Angkie Yudistia dengan Jokowi Lewat Makan Bakso Bersama

Staf khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia masih mengingat betul pertemuan pertamanya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kisah Pertemuan Stafsus Angkie Yudistia dengan Jokowi Lewat Makan Bakso Bersama
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Staf khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews.com, di Kantor This Able, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  -  Staf khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia masih mengingat betul pertemuan pertamanya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat itu, Angkie belum ditunjuk sebagai Stafsus Presiden. Namun, sebagai salah satu kader PKPI yang bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

Angkie mengira perjumpannya dengan Presiden Jokowi akan sangat 'kaku'. Karena, pertemuan itu merupakan moment pertamanya dan dilaksanakan di Istana Negara. Namun, prediksi Angkie salah besar.

"Sebelum sebagai staf khusus, saya baru pertama kali bertemu dengan Pak Jokowi. Saya termasuk kaku karena pertama kali bertemu presiden. Tapi pertama kali ketemu Pak Jokowi, kita mengira akan kaku, tapi ternyata asik karena kita sambil makan bakso. Ha-ha," kata Angkie saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnews.com, di Kantor This Able, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

"Sambil makan bakso dengan piring yang bertuliskan 'Istana Kenegaraan' sudah terlalu fokus dengan piring-piringnya kita. Terus akhirnya kita ngobrol biasa. Waktu itu pertama kali ke istana," tambahnya.

Angkie pun mengungkapkan pertemuannya kembali dengan Presiden Jokowi. Kali ini, Angkie ditunjuk sebagai Staf khusus Presiden sekaligus juru bicara Presiden bidang sosial.

Namun, sebelumnya Angkie telah mengikuti proses asesmen sebagai staf khusus presiden. Ia bahkan tak tahu terkiat pemanggilannya ke Istana untuk menghadap Presiden Jokowi.

"Awal mulanya saat dipanggil itu kita tidak tahu juga untuk apa, karena saat dipanggil itu kita kira bentuk audiensi biasa," ungkap Angkie.

"Pemerintah kan mengedepankan SDM unggul Indonesia Maju. Kita (7 orang Stafsus Milenial,red) itu kenal karena kita adalah penggerak Sumber Daya Manusia (SDM)," jelasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas