Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Febri Diansyah Diberi Kunci Duplikat oleh Istri

Dari yang saya ketahui selama interaksi saya dengan KPK apakah ketika saya berada di luar KPK, dipencegahan, dibiro humas,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Febri Diansyah Diberi Kunci Duplikat oleh Istri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Biro Humas Febri Diansyah berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Bukan hanya menyampaikan tetapi juga memahami respon balik dari komunikasi itu.
Sehingga proses komunikasi KPK dan publik itu bisa dua arah.

Kepala Biro Humas Febri Diansyah berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Biro Humas Febri Diansyah berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dari yang saya ketahui selama interaksi saya dengan KPK apakah ketika saya berada di luar KPK, dipencegahan, dibiro humas, dan sebagai juru bicara, yang saya ketahui rasa kepemilikan publik terhadap KPK itu pertama karena KPK terbuka mau berbagi dan informasi yang disampaikan adalah informasi yang benar.

Sekali publik dibohongi susah untuk membangun kepercayaan. Tapi saya percaya dua orang yang ditugaskan akan bisa melakukan tugasnya dengan baik. Apalagi sekarang sudah ada yang spesialisasi.Ada yang pencegahan, biar nanti diolah sedemikian rupa isu-isu pencegahan agar lebih enak dikunyah.

Kasus yang paling membekas selama Anda menjabat sebagai juru bicara KPK?

Kasus BLBI. Kasus BLBI ini memiliki kompleksitas substansi. Saya tidak mungkin bisa menjelaskan ke publik kalau saya sendiri tidak paham. Jadi saya belajar lagi teknis-teknisnya.

Saya diskusi dengan teman-teman yang menangani, kalau disidang kan jaksa penuntut umum, baru kemudian saya jelaskan ke teman-teman media secara terbatas dulu yang mau diskusi. Sebelum disampaikan untuk bisa dikutip. Jadi seluruh tahapan untuk menjelaskan itu dilalui dalam kasus ini.

Kalau kasus lain mungkin cukup dengan menjelaskan ini perkembangannya dan langsung bisa dikutip. Kalau ini proses untuk menjelaskan dan belajarnya butuh beberapa tahap yang dilakukan. Dan sampai sekarang belum selesai kasusnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas