Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rakernas PDI Perjuangan

Dalam Berpolitik, Megawati Selalu Ingat Pesan Bung Karno

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menceritakan bagaimana dirinya mengarungi liku-liku dalam meniti karir politik.

Dalam Berpolitik, Megawati Selalu Ingat Pesan Bung Karno
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pidato pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 PDI Perjuangan sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas I PDI Perjuangan tersebut bertemakan 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Maruf Amin, 0dan sejumlah mantan wakil presiden, Try Sutrisno, Boediono, dan Jusuf Kalla tersebut mengungkap berbagai pertanyaan yang ada dalam dirinya.

"Apakah menang pemilu berupa kemenangan elektoral? Jadi tujuan akhir bagi partai? Kegelisahan-kegelisahan tersebut selalu melingkari diri saya," katanya.

Baca: Megawati Menyapa Prabowo Subianto Secara Khusus di Rakernas PDIP

Megawati mengaku dalam beberapa hari ini dirinya merenung dan kembali mencoba menggali lembar-lembar kehidupan politik yang pernah dilewati dirinya.

"Perenungan spritual itu mengingatkan saya kepada kotak pandora ingatan, kotak yang berisi cita-cita dan gagasan politik laki-laki yang saya panggil bapak," ujarnya.

Megawati pernah dalam posisi terendah saat memimpin Partai Demokrasi Indonesia.

Kala itu, Megawati menyadari berada di posisi berseberangan dengan pemerintahan Soeharto.

Namun, perbedaan itu membuat kantornya diserang pada 27 Juli 1996.

"Saya sangat merasa prihatin. Karena saya merasa bukan diri saya yang terobek. Tetapi hukum di Indonesia terobek. Karena bagaimana mungkin sebuah partai yang telah sah ditandatangani oleh republik ini lalu tiba-tiba diserang dan dengan korban yang sampai sekarang ini belum diketahui berapa jumlah yang sebenarnya," katanya.

Meski kerap merasa terjatuh, Megawati selalu berpegangan kepada pesan sang bapak.

Lalu, Megawati juga berpegangan pada keyakinan ideologi Pancasila yang memiliki gagasan membumi.

Menurutnya, keyakinan itu menjadi penyulut semangat bahwa Pancasila harus diperjuangkan agar terwujud kemerdekaan yang penuh, makmur, adil, sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Itulah doa bapak saya, yang dipanggil oleh rakyat Indonesia dengan sebutan Bung Karno. Doa bapak selalu menuntun saya disaat merasa gamang atau hampir kehilangan asa dalam pertarungan politik," ujarnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas