Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

100 Hari Kabinet Jokowi

Kinerja Nadiem Makarim dan Erick Thohir Dinilai Bagus di 100 Hari Awal, Namun Ada Faktor Penghambat

Kinerja Mendikbud Nadiem Makarim dan Menteri BUMN Erick Thohir dinilai sudah baik di 100 hari Kabinet Indonesia Maju.

Kinerja Nadiem Makarim dan Erick Thohir Dinilai Bagus di 100 Hari Awal, Namun Ada Faktor Penghambat
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM - Warta Kota/henry lopulalan
Erick Thohir dan Nadiem Makarim 

"Erick Thohir di BUMN gak punya teman. Saya melihat dia lonely," ungkapnya.

"Saya khawatir, ide-ide dan terobosan-terobosan akan hilang ditelan angin," lanjut Agus.

Orang-orang seperti Erick di BUMN dianggap Agus terlalu sedikit.

"Kalau pun ada beberapa teman-teman yang semacam dia cuma sedikit, seperti Ahok misalnya," ungkapnya.

Diketahui, permasalahan yang dihadapi Erick di BUMN terbilang pelik.

Mulai dari bongkar pasang BUMN, hingga dihadapkan permasalahan seperti kasus Garuda hingga Jiwasraya.

Awal kepemimpinannya di BUMN, Erick langsung melakukan gebrakan melakukan 'bersih-bersih' di tubuh BUMN.

Dilansir Kompas.com, langkah pertama yang diambil Erick mencopot enam deputi dan satu sekertaris Kementerian BUMN di era Rini Soemarno.

Ketujuh orang tersebut, yakni Edwin Hidayat Abdullah, Hambra, Fajar Harry Sampurno, Wahyu Kuncoro, Aloysius Kiik Ro, Gatot Trihargo dan Imam Aprianto Putro.

Langkah tersebut diambil Erick dalam rangka merampingkan struktur deputi di Kementerian BUMN.

Untuk diketahui, di era Rini terdapat enam posisi deputi.

Sementara itu di era Erick memangkasnya menjadi hanya tiga orang deputi dan satu sekertaris kementerian.

Kemudian salah satu keputusan yang banyak mendapat apresiasi ialah mengangkat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng.

Basuki Tjahaja Purnama
Basuki Tjahaja Purnama (Tribunnews/JEPRIMA)

Selain mengangkat Ahok, Erick juga mengangkat mantan Dirut PT Telkomsel Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina.

Erick juga memasukan nama mantan pimpinan KPK Chandra Hamzah, Amin Sunaryadi, mantan Kepala Bekraf Triawan Munaf, mantan wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, dan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri ke jajaran komisaris utama di perusahaan BUMN.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P) (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas