Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Sekjen PPP: Pernyataan SBY Soal Jiwasraya di Facebook Bisa Bikin Gaduh

Arsul Sani melihat tanda-tanda kegaduhan politik akan terjadi kalau Panitia Khusus dibentuk menyikapi skandal di Jiwasraya

Sekjen PPP: Pernyataan SBY Soal Jiwasraya di Facebook Bisa Bikin Gaduh
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Sekjen PPP Arsul Sani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani melihat tanda-tanda kegaduhan politik akan terjadi kalau Panitia Khusus dibentuk menyikapi skandal di PT Asuransi Jiwasraya.

Paling tidak dia melihat kegaduhan politik itu terjadi dalam tulisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai skandal di Jiwasraya.

Baca: Respons Partai Gerindra Sikapi PKS dan Demokrat Dorong Pembentukan Pansus Hak Angket Jiwasraya

Baca: Mahfud MD: Tidak Ada 100 Hari yang Harus ditonjolkan, ya Biasa Sajalah. . .

Baca: Tanggapi Pernyataan SBY Soal Pansus yang Akan Jatuhkan 2 Menteri, Mahfud MD: Biasalah Politis di DPR

Apalagi dalam tulisan yang diunggah di laman Facebook-nya, SBY menduga ada dua menteri akan dijatuhkan melalui skandal Jiwasraya. Menurut dia, itu justru menimbulkan kegaduhan politik.

"Tanda-tanda kegaduhan itu justru ada ketika SBY menulis di laman Facebook-nya. Kemudian ada dua menteri yang ditarget. Berarti ini kan masalah yang akan mengemuka nanti, yang akan menghiasi ruang publik dan media," ujar Arsul Sani di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Karena itu, enam fraksi koalisi pemerintahan Joko Widodo lebih memilih membentuk Panitia Kerja (Panja) ketimbang Pansus seperti disuarakan Demokrat dan PKS.

Melalui panja, kata dia, fraksi-fraksi dalam koalisi pemerintah ingin dana nasabah bisa dibayarkan.

"Jadi soal pansus, sampai hari ini posisi fraksi-fraksi yang berkoalisi di pemerintahan itu tidak berubah. Kami sepakat ini yang harus kita pikirkan bagaimana nasabah itu bisa mendapatkan pengembalian meskipun bertahap," jelasnya.

Dia menjelaskan, sudah mendengar langsung dari Menteri BUMN Erick Thohir mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah dalam membayarkan dana nasabah.

Hal itu diketahuinya ketika bertemu Erick Thohir di sela pertemuan anggota koalisi dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Terpenting menurut dia, dana nasabah Jiwasraya bisa dikembalikan, bukan pada sisi politiknya.

Sebelumnya SBY angkat suara mengenai bergulirnya kasus skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Pernyataan SBY itu dinyatakan dalam tulisan panjangnya di Facebook berjudul "Penyelesaian kasus Jiwasraya akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar," yang diunggah pada Senin (27/1/2020).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas