Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Jiwasraya

Kejagung Geledah Dua Rumah dan Satu Kantor Joko Tirto

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febri Adriansyah mengatakan tiga lokasi yang digeledah adalah dua rumah dan

Kejagung Geledah Dua Rumah dan Satu Kantor Joko Tirto
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Febri Adriansyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung RI (Kejagung) telah menggeledah tiga lokasi terkait tersangka terbaru dari kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yakni Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febri Adriansyah mengatakan tiga lokasi yang digeledah adalah dua rumah dan satu kantor.

"Dua rumah pribadi dan satu kantor. Rumah di Kembangan, Jakarta Barat. Satu lagi di Sunter, Jakarta Utara, yang kantor di Senayan, atas nama Joko Hartono Tirto," ujar Febri, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Disinggung terkait detail saham dari tersangka Joko Tirto, Febri mengatakan masih menyelidiki kepemilikan lima saham atas nama Joko.

Baca: Virus Corona Merebak, Harga Masker di Bekasi Tembus Rp 1,5 Juta per Boks

Febri juga menegaskan bahwa perputaran saham milik Joko terkait atau tidak lepas dari tersangka Jiwasraya lainnya yakni Heru Hidayat.

"Sebenarnya, Joko Tirto itu sebenarnya semua saham dan surat berharga yang ditransaksikan dengan Jiwasraya itu terkait berputar kepemilikan Heru, tidak bisa dipisahkan Heru dan Joko, sama aja itu. Jumlahnya hingga saat ini yang kita sidik ada 5 saham itu, pecahanya banyak," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Agung RI menetapkan satu tersangka baru dalam kasus korupsi di tubuh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada Kamis (6/2/2020). Dia adalah Joko Hartono Tirto selaku Direktur PT Maxima Integra.

Baca: Megawati Didampingi Prabowo Resmikan Patung Bung Karno di Akmil Magelang

Joko Tirto ditetapkan tersangka usai diperiksa selama lebih dari 10 jam di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Usai keluar gedung pemeriksaan sekira pukul 20.45 WIB, Joko tampak mengenakan rompi merah jambu dengan tangan diborgol.

Saat keluar gedung pemeriksaan, ia juga tampak menutupi mukanya dengan map karton berwarna merah tua. Joko juga tampak enggan meladeni pertanyaan awak media dan memilih berlalu dan menaiki mobil tahanan.

Kepada awak media, Kepala pusat penerangan hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono membenarkan penetapan tersangka Joko sebagai tersangka.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas