Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Imam Nahrawi Diadili

Pengakuan Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Soal Uang Rp 2 Miliar Untuk Renovasi Rumah

Miftahul Ulum, Asisten Pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, mengungkap soal uang Rp 2 Miliar untuk biaya renovasi rumah bosnya

Pengakuan Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Soal Uang Rp 2 Miliar Untuk Renovasi Rumah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa tindak pidana kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dana hibah Kemempora kepada KONI Miftahul Ulum menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Mantan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi tersebut didakwa menerima hadiah berupa uang Rp 11,5 miliar dari Sekjen dan Bendahara Umum KONI untuk mempercepat proses perpencairan bantuan dana hibah 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Miftahul Ulum, Asisten Pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, mengungkap soal uang Rp 2 Miliar yang diberikan Lina Nurhasanah, Wakil Bendahara KONI Pusat, untuk biaya renovasi rumah bosnya di Cipayung, Jakarta Timur.

Dihadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Ulum membenarkan adanya permintaan uang yang diambil Lina dari anggaran akomodasi atlet pada anggaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas.

Baca: Imam Nahrawi Tersinggung dengan Kesaksian Gatot, juga Bantah soal Uang Saku untuk Naik Haji

"Rp 2 Miliar itu, benar?" tanya ketua majelis hakim, Ni Made Sudani, kepada Miftahul Ulum, di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Miftahul Ulum membenarkan hal tersebut.

Dia mengaku permintaan uang Rp 2 miliar itu atas inisiatif diri pribadi.

"Benar, itu atas inisiatif saya," kata Ulum.

Baca: Imam Nahrawi dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto Bersitegang di Ruang Sidang

Dia menegaskan akan membeberkan upaya permintaan uang itu di persidangan.

Namun, dia meminta agar majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan Lina Nurhasanah dan Ending Fuad Hamidy, Sekjen KONI ke persidangan.

Dia menilai perlu keterangan Lina dan Ending.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas