Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hanafi Rais Mundur

Tiga Fakta Seputar Pengunduran Diri Hanafi Rais: Sindiran sang Adik hingga Sudah Kemasi Barang

Kabar mundurnya putra Amien Rais ini beredar di tengah Rapat Kerja Nasional I PAN secara virtual pada Selasa, 5 Mei 2020.

Tiga Fakta Seputar Pengunduran Diri Hanafi Rais: Sindiran sang Adik hingga Sudah Kemasi Barang
Kolase Kompas.com
Hanafi Rais putuskan mundur dari politik karena nilai PAN lebih memihak ke pemerintah. Mumtaz Rais anggap sang kakak baper dan tidak dewasa dalam berpolitik. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hanafi Rais diketahui telah menyampaikan pengunduran dirinya dari kepengurusan partai serta Ketua Fraksi PAN DPR RI dan anggota DPR RI Fraksi PAN 2019-2024.

Kabar mundurnya putra Amien Rais ini beredar di tengah Rapat Kerja Nasional I PAN secara virtual pada Selasa, 5 Mei 2020.

Berikut tiga fakta menarik seputar pengunduran Hanafi Rais yang coba dirangkum Tribunnews.com.

1. Disampaikan lewat surat

Mundurnya Hanafi Rais ini disampaikannya melalui sebuah surat. Dalam surat yang ditandatangani Hanafi dan bermaterai tersebut, dia menyatakan mundur dari kepengurusan partai dan juga anggota DPR periode 2019-2024.

Baca: Sebelum Mundur, Hanafi Rais Sudah Kemasi Barangnya di DPR Sejak 2 Pekan Lalu

Baca: Anak Sulung Amien Rais, Hanafi Rais Mundur dari PAN, Mumtaz Rais Sindir Tak Dewasa dalam Berpolitik

Berikut isi surat Hanafi Rais

Pasca-kongres Februari lalu, saya punya harapan dan berikhtiar agar PAN bisa menegakkan prinsip keadilan untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan sesama kader. Kita semua tahu bahwa PAN telah melewati proses kongres yang sarat dengan kekerasan dan mencoreng wajah partai sendiri. Kita hendaknya sudah dan terus mentaubati apa yang telah terjadi jika ingin Allah ridha dengan partai ini.

Saya menilai PAN melewatkan momentum di atas untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap. Kecenderungan melakukan konformitas terhadap kekuasaan, sekalipun didahului dengan kritik-kritik, bukan sikap yang adil di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan PAN menjadi antitesis dari pemegang kekuasaan.

Allahu 'aliimun bidzaatish shuduur. Allah Maha Tahu segala isi hati.

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas