Tribun

Virus Corona

Perhatian, Ojol dan Ojek Pangkalan Belum Boleh Angkut Penumpang

Ada banyak hal yang diatur dalam Kepmendagri itu. Salah satunya protokol transportasi publik.

Editor: Choirul Arifin
Perhatian, Ojol dan Ojek Pangkalan Belum Boleh Angkut Penumpang
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengendara ojek online membawa makanan pesan antar keluar dari Mal Festival Citylink yang masih tutup Jalan Peta, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020). 

Penumpang diwajibkan mencuci tangan sebelum naik kendaraan. Mereka juga diminta menjaga jarak serta mengenakan masker selama di stasiun/halte mau pun di dalam kendaraan.

Hal lain yang diatur adalah pengelola pelabuhan dan bandara diminta berkoordinasi
dengan pemda.

Mereka wajib menyusun protokol kesehatan, mengecek suhu tubuh penumpang, melakukan karantina bagi penumpang yang datang, serta melengkapi database guna melacak kontak orang-orang.

Fasilitas sanitasi dan disinfeksi bagi setiap moda harus disediakan. Pengelola bandara dan pelabuhan pun wajib menggelar pengujian kesehatan berkala terhadap seluruh personel.

"Jika memungkinkan dan tersedia, pengujian cepat penumpang yang datang dan berangkat," tulis peraturan itu.

Keputusan Mendagri bernomor 440-830 tahun 2020 secara garis besar mengatur
tentang pedoman bagi pemerintah daerah yang ingin menerapkan new normal di tengah
pandemi virus corona. Ada banyak hal yang diatur di sana.

Dalam menentukan pemetaan epidemologis, Tito membagi daerah dalam tiga kategori,
yaitu hijau, kuning, dan merah.

Status zona diukur dari grafik kasus positif, jumlah ODP/PDP, jumlah kematian, dan tingkat penularan langsung ke petugas kesehatan selama 14 hari terakhir.

Daerah yang mendapat skor 60-75 sesuai Kepmendagri itu, menyandang status zona merah. Peraih skor 80-95 menjadi zona kuning.

Sementara zona hijau adalah daerah yang meraih skor sempurna 100.

Halaman
123
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas