Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Jusuf Kalla: Presiden Salat Jumat di Istana, Saya di Al-Azhar

Hal itu disampaikan Kalla saat meninjau penyemprotan cairan desinfektan di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru

Jusuf Kalla:  Presiden Salat Jumat di Istana, Saya di Al-Azhar
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Masjid Al-Azhar Jakarta 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK)  mengatakan bahwa salat Jumat lusa nanti dapat dilakukan secara berjamaah asalkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut.

Hal itu disampaikan Kalla saat meninjau penyemprotan cairan desinfektan di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, (3/6/2020).

"Melaksanakan salat jumat Insyaallah lusa (Jumat, 5 Juni 2020).

Ini setelah saya sebagai ketua DMI berkonsultasi dengan pak Presiden dan Gubernur DKI bahwa apabila DKI besok tidak lagi perpanjangan PSBB,  maka berarti ada perbaikan signifikan di DKI dan juga daerah-daerah lainnya.

Baca: JK Sebut Salat Jumat Besok Bisa Digelar di Masjid, Asalkan PSBB Dicabut

Baca: Jadi Tahanan Dwi Sasono Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya

Baca: Sambut New Normal, Grab Distribusikan Sekat Pemisah Plastik Antara Penumpang dan Pengemudi

Baca: Ribuan Demonstran Bela Floyd di London: Tidak Ada Keadilan, Tidak Ada Perdamaian

Karena itu tempat tempat umum itu dapat dibuka dengan syarat melaksanakan protokol kesehatan yang ketat," katanya. 

Menurut Kalla berdasarkan hasil perbincangan, Presiden berencana Salat berjamaah di istana Jumat depan, sementara ia akan salat berjamaah di Masjid Al-Azhar.

"Karena itu presiden besok salatnya di masjid istana. insyaallah kita akan salat di sini setelah 12 jumat kita tidak salat.

Paling lama dalam hidup saya ini tidak Salat. kadang-kadang juga salat jumat di rumah," kata Kalla.

Wakil Presiden di periode pertama pemerintahan Jokowi itu mengatakan bahwa yang terpenting saat dibukanya tempat ibadah nanti adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. 

"Tiga hal saja protokol kesehatan, tidak berlebih-lebihan,  you pakai masker masuk (masjid), you cuci tangan, you jaga jarak. tidak ada yang rumit-rumit amat aturan itu," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas