Tribun

Sekolah Daring

Repotnya Sekolah Daring, Dari Menyediakan Pulsa hingga Durasi Belajar

Tahun ajaran baru 2020/2021 resmi dimulai. Kegiatan belajar mengajar mulai dari tingkat SD hingga SMA serentak dilakukan Senin (13/7/2020) kemarin.

Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Repotnya Sekolah Daring, Dari Menyediakan Pulsa hingga Durasi Belajar
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2020-2021 di SMAN 16, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/7/2020). Sebanyak 17 siswa baru SMAN 16 Surabaya mengikuti pembukaan MPLS secara tatap muka yang diikuti siswa lainnya secara daring. Pelaksanaan MPLS secara tatap muka dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Sedangkan proses belajar mengajar di SMAN 16 Surabaya akan dilakukan dengan memakai berbagai media daring, dengan skema 20 menit materi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab memakai sosmed. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun ajaran baru 2020/2021 resmi dimulai. Kegiatan belajar mengajar mulai dari tingkat SD hingga SMA serentak dilakukan Senin (13/7/2020) kemarin.

Namun, karena adanya pandemi virus corona atau Covid-19 tentu proses belajar mengajar tatap muka bertemu fisik antara guru dan siswa tidak dilakukan.

Sekolah daring pun mau tidak mau dilakukan. 

Jam sekolah tentu tidak berubah, Senin(13/7) pukul 07.00 WIB siswa lengkap dengan seragam sekolah
sudah bersiap di depan smartphone milik orang tuanya.

Tidak lama berselang guru pun muncul dalam bentuk video di layar gawai pintar.

"Selamat pagi anak-anak, apa kabar semoga semua sehat ya. Hari ini kita belajar melalui online ya.
Mohon membuat video perkenalan diri nanti dikirim ya via WhatsApp," ujar salah seorang guru sekolah
dasar di Bogor melalui video.

Baca: Kemendikbud Tidak Izinkan Masa Pengenalan Sekolah Secara Tatap Muka

Baca: Hari Pertama Masuk Sekolah di Jayapura, Cek Suhu Tubuh hingga Wajib Pakai Masker

Guru kemudian memberikan tugas kepada para siswa agar menonton siaran salah satu televisi nasional.

"Tugas nanti lihat tivi ya anak-anak. Nanti kalau sudah selesai tugasnya difoto, kirim lewat WhatsApp.
Kalau ada yang tidak bisa minta tolong bunda atau ayahnya yaa," ujar guru tersebut sembari menutup
pertemuan yang hanya berlangsung lima menit tersebut dengan salam.

Tak lama kemudian siswa bergegas membuat video perkenalan diri, selesai tugas kemudian dikirimkan
melalui WhatsApp.

Setelah itu televisi pun dinyalakan, siswa SD atau TK juga duduk mematung memperhatikan soal-soal
yang diberikan melalui siaran tersebut.

Ada beberapa soal yang harus dikerjakan oleh siswa dari siaran televisi yang tayang mulai pukul 08.00
WIB tersebut.

Siswa SD Islam Al Azhar 4 Muhammad Risyad (10) mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring dari kediamannya di Bintaro, Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa SD Islam Al Azhar 4 Muhammad Risyad (10) mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring dari kediamannya di Bintaro, Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Total waktu yang harus dihabiskan siswa mulai dari menyalakan smartphone hingga
selesai mengerjakan tugas kurang lebih dua jam.

Pukul 09.00 WIB tugas selesai dan anak-anak bisa bebas bermain lagi di dalam atau halaman rumah
bersama teman-teman sebayanya tentu dengan mematuhi protokol kesehatan saat pandemi.

Selesai siswa mengerjakan tugas, giliran orang tua yang sibuk rapat daring dengan guru di sekolah.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas