Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Eksklusif Tribunnews

Seratus Tahun PK Ojong Pendiri Kompas Gramedia (4-Habis): Manusia Autentik dan Bonafide

Selain humaniora, sewaktu menjadi pemimpin umum Kompas Gramedia PK Ojong pun berusaha memahami manajemen dan ilmu hitung-hitungan.

Seratus Tahun PK Ojong Pendiri Kompas Gramedia (4-Habis): Manusia Autentik dan Bonafide
KOMPAS/Arsip
Foto dokumentasi wartawan sekaligus pendiri Harian Kompas Petrus Kanisius (PK) Ojong. KOMPAS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kunjungan PK Ojong ke luar negeri membawa hikmah yang sangat menentukan bagi perjalanan Kompas-Gramedia. Itu karena kegemarannya membaca buku.

Setiap kembali dari luar negeri, PK Ojong selalu membeli buku hingga punya perpustakaan di rumahnya. Hal itu kemudian yang melahirkan Toko Buku Gramedia.

Sebagai orang yang komitmen pada kemajuan masa depan, PK Ojong tidak melarang anak-anak membaca buku di Toko Gramedia.

Itulah sebabnya sampai sekarang kita sering melihat anak-anak membaca buku di selasar rak-rak Toko Buku Gramedia.

Kepada rekan-rekan sejawatnya, PK Ojong juga sering mengirimi buku-buku, termasuk untuk tahanan politik yang sealiran dengannya maupun tidak.

Untuk mengasah pemikirannya, PK Ojong punya klub diskusi bersama aktivis muda pada masanya, antara lain Soe Hok Djin yang kemudian menjadi Arief Budiman dan Soe Hok Gie, Soedjatmoko, Rosihan Anwar, Ong Hok Ham, dan lain-lain.

PK Ojong bersama sastrawan pada masa itu, Mochtar Lubis, Zaini, Taufiq Ismail, dan Arief Budiman menerbitkan Majalah Horison yang khusus memuat dunia sastra. Sayang, majalah Sastra Horison kini sudah tiada.

Foto dokumentasi wartawan sekaligus pendiri Harian Kompas Petrus Kanisius (PK) Ojong. KOMPAS
Foto dokumentasi wartawan sekaligus pendiri Harian Kompas Petrus Kanisius (PK) Ojong. KOMPAS (KOMPAS/Arsip)

Selain humaniora, sewaktu menjadi pemimpin umum Kompas Gramedia PK Ojong pun berusaha memahami manajemen dan ilmu hitung-hitungan.

Dalam pandangannya, pucuk pimpinan perlu memiliki kombinasi dari dua ciri, yakni kearifan intuitif (intuitive wisdom) dan pengetahuan praktis (practical knowledge).

Dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM), PK Ojong sangat memprioritaskan kejujuran.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas