Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Jika Amien Rais Dirikan Partai Baru, PAN Tidak Akan Identik Lagi dengan Amien Rais

"Jika Pak Amien mendirikan partai politik baru, maka masyarakat akan menilai PAN tidak akan identik lagi dengan Pak Amien Rais," ujar Viva Yoga.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Jika Amien Rais Dirikan Partai Baru, PAN Tidak Akan Identik Lagi dengan Amien Rais
Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews.com
Anggota DPR Komisi IV Viva Yoga Mauladi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan jika Amien Rais benar akan mendirikan partai politik baru, maka PAN tidak akan identik lagi dengan yang bersangkutan.

"Jika Pak Amien mendirikan partai politik baru, maka masyarakat akan menilai PAN tidak akan identik lagi dengan Pak Amien Rais," ujar Viva Yoga, dalam keterangannya yang telah dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (11/9/2020).

Baca: PAN Sebut Amien Rais Berusaha Dapatkan Efek Elektoral Jika Menamai Parpol Barunya PAN Reformasi

Diketahui, identiknya Amien Rais dengan PAN tak lepas dari faktor yang bersangkutan merupakan satu diantara pendiri PAN.

Selain Amien Rais, ada nama-nama lain yang mendirikan PAN seperti Albert Hasibuan, AM Fatwa, AM Lutfi, Syamsurizal Panggabean, Ismid Hadad, Zoemrotin, Gunawan Muhammad, dan Abdillah Toha.

Pendiri PAN yang juga tokoh reformasi, Amien Rais
Pendiri PAN yang juga tokoh reformasi, Amien Rais (Youtube/Amien Rais Official)

Namun, keidentikan antara PAN dan Amien Rais dinilai Viva Yoga akan hilang, karena masyarakat berasumsi Amien Rais telah meninggalkan partai yang dibentuknya.

"Publik akan menilai Pak Amien Rais telah meninggalkan dan keluar dari PAN," kata dia.

Meski demikian, Viva Yoga mengatakan pendirian partai politik baru yang direncanakan Amien Rais tak salah adanya.

BERITA REKOMENDASI

Karena hal itu merupakan hak politik yang dijamin konstitusi.

"Bahwa setiap warga negara bebas merdeka untuk berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan, sebagaimana termaktub di pasal 28 UUD 1945," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas