Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengangguran Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Program Penciptaan Lapangan Kerja

Anis merasa peningkatan efektivitas program penciptaan kerja terbilang penting di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pengangguran Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Program Penciptaan Lapangan Kerja
Arief/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran per Agustus 2020 meningkat 2,67 juta orang sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati mengatakan jumlah pengangguran yang meningkat harus ditanggapi pemerintah dengan adanya program-program penciptaan lapangan kerja. 

"Terkait jumlah pengangguran yang meningkat, pemerintah harus meningkatkan efektivitas program-program penciptaan lapangan kerja," ujar Anis, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (6/11/2020).

Anis merasa peningkatan efektivitas program penciptaan kerja terbilang penting di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Apalagi, kata dia, pandemi memperburuk keadaan dengan semakin banyaknya kasus PHK hingga tidak berkutiknya sektor usaha mikro dan kecil. 

"Sepanjang Agustus 2020 saja jumlah pengangguran di Indonesia naik menjadi 7,05 juta orang. Angka ini bisa makin bertambah dengan adanya kasus-kasus PHK dan pekerja dirumahkan, atau matinya sektor usaha kecil akibat pandemi Covid-19," jelas Anis. 

Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran per Agustus 2020 meningkat 2,67 juta orang sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

"Angka pengangguran terhadap struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini sebanyak 9,77 juta orang," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan virtual, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Jumlah Pengangguran Meningkat Akibat Covid-19, Komisi VII: Beri Akses untuk Miliki Keterampilan Baru

Dia menerangkan jumlah orang yang bekerja di masa pandemi ini mengalami penurunan 0,31 juta orang, pekerja penuh turun 9,46 orang.

"Sehingga jumlah pekerja Indonesia sekarang 128,45 juta orang. Sedangkan pekerja paruh waktu naik 4,32 juta orang dan setengah penganggur juga meningkat 4,83 juta orang," tuturnya.

BPS mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menurut jenis kelamin pada periode 2019-2020 mengalami peningkatan untuk TPAK perempuan sebesar 1,32 persen.

Sedangkan TPAK laki-laki mengalami penurunan 0,84 persen.

"Artinya di tengah pandemi Covid-19 ini, perempuan yang tadinya tidak bekerja dan tidak masuk angkatan kerja, sekarang justru sebaliknya," ungkap Kecuk, sapaannya.

Adapun struktur lapangan kerja yang banyak menyerap tenaga kerja di sektor pertanian (29,76 persen), perdagangan, (19,23 persen), industri pengolahan (13,61 persen) serta akomodasi dan makanan minuman (6,65 persen).

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas