Tribun

Munas MUI

Din Syamsuddin Minta Maaf Tak Hadiri Munas MUI ke-X

Din meminta Dewan Pimpinan MUI memastikan bahwa Munas berlangsung sesuai Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Din Syamsuddin Minta Maaf Tak Hadiri Munas MUI ke-X
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Din Syamsuddin usai menghadiri prosesi pemakaman almarhum Bahtiar Effendy di Taman Pemakaman Umum (TPU) Lemperes Depok, Jawa Barat, Kamis (21/11/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menyatakan diri tak menghadiri Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (Munas MUI) ke-X.

Melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (24/11/2020), ia meminta maaf dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan 5 tahunan itu.

"Dengan menyesal dan memohon maaf, karena alasan tertentu, saya tidak dapat menghadiri Munas. Mengucapkan selamat bermusyawarah kepada segenap peserta, teriring harapan semoga Munas berjalan lancar, sukses, bermarwah dan bermartabat," ujarnya.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini, meminta Dewan Pimpinan MUI memastikan bahwa Munas berlangsung sesuai Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI.

Baca juga: Munas MUI Akan Tentukan Pengganti Maruf Amin, Juga Bahas Fatwa Vaksin Covid-19

"Pelanggaran terhadap kedua rujukan dasar tersebut akan mengurangi keabsahan hasil Munas dan mencederai marwah organisasi," tutur Din.

Ia berharap, agar Munas dapat menghasilkan kepengurusan yang memantapkan fungsi MUI sebagai Khadimul Ummah wa Shodiqul Hukumah, yakni pelayan umat dan mitra kritis pemerintah.

Baca juga: Selain Memilih Pengganti Maruf Amin, Munas MUI Besok Juga Bahas Fatwa Vaksin Corona

"MUI harus mengukuhkan posisi sebagai mitra kritis pemerintah, dengan tidak segan dan sungkan membela jika pemerintah benar dan mengoreksi jika salah."

"Sebagai Gerakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar harus tetap ditegakkan. MUI perlu dipimpin oleh ulama yang berintegritas dan beristiqamah memperdulikan nasib umat Islam," harapnya.

Din berpesan ke depan agar MUI memantapkan diri sebagai wadah musyawarah ulama, zuama dan cendekiawan Muslim, dengan menjadi Tenda Besar bagi seluruh organisasi dan lembaga umat Islam.

"Tiadalah baik jika MUI dikuasai oleh satu-dua organisasi. Maka kepemimpinan MUI masa depan perlu mengakomodasi segenap potensi umat Islam," tuturnya.

Diketahui, munas MUI ke-X diselenggarakan mulai 25-27 November bertempat di Hotel Sultan, Jakarta dengan dua cara yakni melalui online dan offline.

Peserta yang hadir secara fisik diperkirakan terbatas atau hanya 120 orang dan diwajibkan menjalankan tes swab Covid-19 di kantor MUI Pusat, Jakarta.

Nantinya, Presiden Jokowi dijadwalkan hadir pada pembukaan Munas pada Rabu malam, sementara Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadir sebagai ketua MUI periode 2015-2020 untuk membacakan pertanggungjawaban kepemimpinan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas