Tribun

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Meski Cuaca Mendung, Operasi SAR Gabungan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Hari Ke-10 Tetap Berjalan

Operasi SAR Gabungan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di hari kesepuluh masih tetap dijalankan. 

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
Meski Cuaca Mendung, Operasi SAR Gabungan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Hari Ke-10 Tetap Berjalan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021). Tim SAR gabungan pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hingga Senin (11/1/2021) sore telah berhasil membawa 14 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski cuaca di Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara pada hari ini Senin (18/1/2021) mendung, namun operasi SAR Gabungan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di hari kesepuluh masih tetap dijalankan. 

Selain mendung, cuaca di Posko JICT II juga dilanda angin  cukup kencang.

Sejumlah tenda posko yang didirikan beberapa instansi yang tergabung dalam operasi tersebut sesekali juga tampak bergoyang terkena angin. 

Namun demikian Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan prakiraan cuaca dari BMKG menyebut hari ini akan cerah berawan. 

Baca juga: Hari Ini Basarnas Umumkan Status Masa Operasi SAR Gabungan Sriwijaya Air SJ 182

Rasman berharap cuaca tersebut tidak mengganggu penyelaman yang dilakukan oleh tim penyelam gabungan yang masih akan mencari objek pencarian di lokasi penyelaman. 

"Untuk pelaksanaan kegiatan hari ini sendiri pada prinsipnya sama dengan apa yang dilakukan kemarin, kita bagi. Sektor udara tetap melakukan pengamatan dan peninjuan, kemudian di atas permukaan unsur-unsur juga tetap kita lakukan walaupun memang selama ini kecil ya kemungkinan itu melayang di atas pernukaan," kata Rasman di Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta pada Senin (18/1/2021).

Selain itu, kata Rasman, tim akan mempersempit wilayah pencarian di bawah permukaan.

Hal tersebut, kata Rasman, karena sejumlah area di bawah permukaan sudah kosong. 

"Kita akan mepetkan ya dalam satu sektor kita bagi dalam empat sektor, di mana satu sektor itu kurang lebih sekitar antara 15 m sampai 30 m, satu sektor. Sehingga penyelam kita yang jumlahnya cukup banyak itu bisa lebih fokus ke sektor yang kita harapkan di situ ditemukan tiga unsur tadi ya. Yang pertama kita tetap mengutamakan untuk mencari bagian tubuh korban, serpihan (pesawat), kemudian yang tidak kalah penting adalah CVR ya," kata Rasman. 

Rasman mengatakan unsur yang terlibat di hari kesepuluh masih cukup banyak.

Selain itu, kata dia, unsur alutsista yang dilibatkan juga masih tetap sama seperti operasi hari sebelumnya. 

"Kapal laut tak berkurang, Basarnas tak berkurang, kepolisian juga masih tetap, KPLP ya, potensi-potensi juga yang ada di kapal-kaapl khusunya Kapal Basarnas juga masih bertahan. Jadi kurang lebih antara 300 ya penyelam kita akan turun ke lapangan. Mudah-mudahan cuacanya mendukung," kata Rasman.  

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas