Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir di Kalimantan Selatan

100 Ribu Lebih Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar Dapat Penggantian Dokumen dari Dukcapil

Lebih dari 100 ribu korban bencana banjir di Kalsel dan korban gempa bumi Sulbar dapat penggantian dokumen rusak maupun hilang dari Dukcapil.

100 Ribu Lebih Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar Dapat Penggantian Dokumen dari Dukcapil
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, saat tiba di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lebih dari 100 ribu korban bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan korban gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) dapat penggantian dokumen rusak maupun hilang dari dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil).

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pihaknya sudah menerjunkan Tim Dukcapil Tanggap Bencana ke Kalsel dan Sulbar untuk bersinergi dengan Dinas Dukcapil setempat melakukan pelayanan penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau pun rusak.

“Kami sudah membagi dua tim, satu untuk di Kalsel yang sudah turun sejak tanggal 19 Januari lalu, dan satu untuk pelayanan di Sulbar yang turun sehari sebelumnya,” ujar Zudan dalam keterangannya, Rabu (3/2/2021).

“Tim dari pusat bertugas melakukan pendampingan dan dukungan pelayanan pada Disdukcapil daerah setempat, khususnya dalam hal penyediaan alat seperti blangko KTP-el, ribbon, alat pencetakan, dan jaringan,” tambahnya

Personel Paskhas TNI AU bersama warga secara estafet mengirim logistik sembako ke Posko Pengungsian Korban Banjir Madrasah Mithaul Ulum, Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (26/1/2021). Bantuan dari intansi dan masyarakat terus berdatangan bagi warga yang terdampak banjir. Banjarmasin Post/Aya Sugianto
Personel Paskhas TNI AU bersama warga secara estafet mengirim logistik sembako ke Posko Pengungsian Korban Banjir Madrasah Mithaul Ulum, Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (26/1/2021). Bantuan dari intansi dan masyarakat terus berdatangan bagi warga yang terdampak banjir. Banjarmasin Post/Aya Sugianto (Banjarmasin Post/Aya Sugianto)

Dirjen Dukcapil itu merinci, per Senin (01/02/2021), Tim Dukcapil Tanggap Bencana telah mencetak sebanyak 96.825 Kartu Keluarga (KK), 138 KTP-el, dan 17 Akta Kematian di Kalsel.

Sedangkan di Sulbar, tim telah menerbitkan 3.634 KK, 444 KTP-el, dan 87 akta kematian.

“Jumlah dokumen kependudukan yang terbit tersebut tidak lepas dari kerja keras dan sinergisnya kerja sama antara tim dari pusat dan Dinas Dukcapil daerah, khususnya di daerah-daerah yang paling terdampak bencana seperti Dinas Dukcapil Kabupaten Tanah Laut, Barito Kuala, dan Hulu Sungai Tengah di Kalsel,” katanya

Di Sulbar, korban gempa bumi terkonsentrasi di Kabupaten Mamuju dan Majene sehingga Tim Dukcapil Tanggap Bencana dari pusat bersinergi dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Kondisi rumah dinas Kepala Sekolah SMPN 4 Tapalang dan Kantor Desa Kopeang rusak parah pascagempa yang melanda Sulawesi Barat di Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Selasa (26/1/2021). Kerusakan ini diakibatkan gempa bermagnitudo 6,2 yang melanda Sulbar. Selain itu gempa memutuskan jalur utama menuju desa ini akibat reruntuhan material longsor sehingga desa ini terisolir. Tribun Timur/Sanovra JR
Kondisi rumah dinas Kepala Sekolah SMPN 4 Tapalang dan Kantor Desa Kopeang rusak parah pascagempa yang melanda Sulawesi Barat di Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Selasa (26/1/2021). Kerusakan ini diakibatkan gempa bermagnitudo 6,2 yang melanda Sulbar. Selain itu gempa memutuskan jalur utama menuju desa ini akibat reruntuhan material longsor sehingga desa ini terisolir. Tribun Timur/Sanovra JR (Tribun Timur/Sanovra JR)

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta jajarannya di Direktorat Jenderal Dukcapil agar proaktif melakukan jemput bola penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana di Kalsel dan Sulbar.

Penggantian dokumen ini sebagai tindak lanjut arahan Mendagri untuk memberikan pelayanan kepada para korban bencana.

“Tim bekerja sampai larut malam. Sabtu dan Minggu tim bekerja lembur. Hal itu kami lakukan agar dapat melayani masyarakat dengan cepat,” tutup Zuda.

Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas