Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Moeldoko Sindir AHY: 'Dipilih Aklamasi Kenapa Takut Ya?'

AHY mengungkapkan, ada gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai secara paksa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Moeldoko Sindir AHY: 'Dipilih Aklamasi Kenapa Takut Ya?'
KOMPAS.com Kristianto Purnomo / Biro Pers Istana Kepresidenan Rusman
Moeldoko dan AHY. Moeldoko menduga ia dituding terlibat rencana kudeta Demokrat karena para kader pernah mendatangi rumahnya untuk curhat. 

Sedangkan yang non-kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan.

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," ucap AHY.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan(BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron mengungkap temuan adanya aliran dana yang diduga untuk menyogok DPC dalam operasi gerakan kudeta ini.

"Pertemuan terakhir tentu kami juga berkoordinasi dengan dewan kehormatan partai dan mahkamah partai dalam 1-2 minggu ini akan bekerja kemudian berita acara untuk yang sudah dipanggil," kata Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron di DPR kemarin.

"Dan bahkan ini perlu dicatat. Ada pembiayaan ataupun ada uang yang cukup besar, disebutkan unlimited untuk membiayai," sambungnya.

Herman menyebut adanya aliran dana itu diungkapkan oleh para saksi yang melapor. Para saksi itu, kata Herman, melihat secara langsung.

"Ya saya tidak menyebutkan itu. Ini berdasarkan kesaksian para saksi yang bertemu langsung dengan pihak eksternal itu, dan langsung ketemu," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sampai saat ini, Herman belum mengetahui, sudah sampai mana saja aliran dana itu. Dia memperkirakan uang yang ditawarkan ke DPC Senilai Rp 100 juta.

"Beberapa DPC sudah diberikan uang, sudah disebarkan.Kepada DPC janjinya 100 juta per DPC," ujarnya seraya memastikan hingga kini temuan yang dimaksud masih dalam pemeriksaan dewan kehormatan partai dan mahkamah partai.

Moeldoko menambahkan, dirinya sempat bertemu dengan anggota dan mantan anggota Demokrat seperti yang dituduhkan sejumlah pengurus partai berlambang mercy tersebut.

Selain di hotel Moeldoko mengatakan pertemuan dilakukan beberapa kali termasuk di rumahnya.

"Beberapa kali loh masanya. Ya ada di hotel ada di mana-mana. engga terlalu penting lah," kata Moeldoko.

Hanya saja menurut Moeldoko, dalam pertemuan tersebut dia posisinya pasif. Dia diajak untuk melakukan pertemuan, bukan dia yang mengajak.

"Intinya aku datang diajak ketemu wong saya biasa di kantor saya itu setiap hari menerima orang, menerima berbagai kelompok di kantor saya," katanya.

Moeldoko heran mengapa pertemuan tersebut menjadi masalah. Termasuk lokasi pertemuan yang digelar di hotel." Jadi apa yang salah? Apa mau pertemuan di mana hak gw. Ngapain ikut campur? Gitu," katanya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas