Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Apa Itu Visum? Bagaimana Bedanya dengan Surat Keterangan Sakit? Ini Kata Pengamat Hukum

Apa yang dimaksud Visum? Bagaimana perbedaannya dengan surat keterangan sakit? begini kata pengamat hukum Ni Luh Putu Nilawati, Senin (22/2/2021).

Apa Itu Visum? Bagaimana Bedanya dengan Surat Keterangan Sakit? Ini Kata Pengamat Hukum
net
Ilustrasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga - Apa yang dimaksud Visum? Bagaimana perbedaannya dengan surat keterangan sakit? begini kata pengamat hukum Ni Luh Putu Nilawati, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Tindakan kekerasan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Entah di ruang publik atau ranah privat antar perserorangan.

Biasanya, visum akan menjadi salah satu alat bukti yang digunakan untuk melapor tindakan kekerasan ke aparat penegak hukum.

Hingga kini, masyarakat masih ada yang belum paham apa visum itu sendiri.

Baca juga: Edhy Prabowo: Jangankan Dihukum Mati, Lebih dari itupun Saya Siap

Baca juga: Apa Itu Energi Alternatif? Berikut Pengertian, Macam-macam, Contoh hingga Manfaatnya

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Bali, Ni Luh Putu Nilawati membeberkan penjelasan dari bukti visum.

Menurut Nila, ada perbedaan antara visum dengan surat keterangan sakit.

Hal itu disampaikan Nila saat mengisi program Kacamata Hukum bertajuk Memperkarakan Pelaku KDRT, Senin (22/2/2021).

Dengan penjelasannya, ia mengambil contoh korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Direktur LBH APIK Bali dan Wakil Ketua DPC Peradi Denpasar, Ni Luh Putu Nilawati saat mengisi program Kacamata Hukum YouTube Tribunnews, Senin (22/2/2021).
Direktur LBH APIK Bali dan Wakil Ketua DPC Peradi Denpasar, Ni Luh Putu Nilawati saat mengisi program Kacamata Hukum YouTube Tribunnews, Senin (22/2/2021). (Tangkapan Layar Youtube Tribunnews)

Baca juga: Pimpinan DPR Dorong Pemerintah Segera Revisi UU ITE

Baca juga: Kominfo Ikut Kaji Pedoman Pelaksanaan UU ITE: Bukan Norma Hukum Baru, Jangan Keliru Ditafsirkan

"Ibu-ibu yang menjadi korban KDRT, ia lebih dulu diantar keluarganya ke rumah sakit (RS)."

"Setelah mendapat pemeriksaan, mereka (korban,red) ambil sendiri hasil pemeriksaanya, tetapi tidak dilanjutkan dengan melapor polisi."

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas