Tribun

Kemenag Salurkan Bantuan Operasional Rp15 Miliar untuk Masjid Istiqlal

Kementerian Agama menyalurkan bantuan operasional senilai 15 miliar rupiah kepada Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI).

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Kemenag Salurkan Bantuan Operasional Rp15 Miliar untuk Masjid Istiqlal
Tribunnews/JEPRIMA
Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama menyalurkan bantuan operasional senilai 15 miliar rupiah kepada Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI).

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Moh. Agus Salim mengatakan bantuan diberikan dalam tiga tahap.

"Bantuan operasional ini akan diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama senilai 6 miliar rupiah, tahap kedua dan ketiga masing-masing senilai 4,5 miliar rupiah," ujar Agus melalui keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Agus mengatakan Kemenag berkomitmen untuk tidak mengurangi nominal bantuan operasional tahun 2021 kepada Masjid Istiqlal meskipun ada optimalisasi anggaran.

Menurut Agus, sinergi yang erat harus terus dijaga oleh Kemenag dan Masjid Istiqlal.

"Ke depannya kami akan sering berkunjung ke sini, seperti yang disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, Bapak Nasaruddin banyak hal yang akan disinergikan, khususnya terkait dengan moderasi beragama," ungkap Agus.

Baca juga: Dukung PJKP Kemenag, Ketua DPD RI Dorong Kemandirian Pesantren

Selain itu, Agus mengungkapkan Kemenag sedang menggalakkan program masjid ramah anak, masjid ramah disabilitas, dan masjid ramah lingkungan.

Dirinya menilai hal ini dapat disinergikan dengan Masjid Istiqlal yang merupakan masjid negara dan memiliki peran pembinaan bagi masjid dan mushala lainnya di Indonesia.

Kemenag melalui Subdit Kemasjidan juga memiliki program bantuan Masjid/Mushalla, kemudian Pembinaan SDM Kemasjidan dan Modernisasi Data dan Layanan Berbasis IT.

Selain ke Masjid Istiqlal, pada 2021 ini, program bantuan masjid dan mushala ini akan diprioritaskan bagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

"Setiap hari kami di Direktorat Urais Binsyar kebanjiran proposal, sehingga kami punya komitmen, bantuan dana masjid ini akan kita arahkan ke daerah 3T, karena masih ada beberapa daerah yang masih membutuhkan," pungkas Agus.
 

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas