Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kisah Diaspora Thierry Timans Bertemu Penyanyi Asal Jogja di Kaledonia Baru, Kini Jadi Istrinya

Theirry mengungkapkan, meski berstatus sebagai warga negara Perancis, kedua putranya justru menyukai budaya-budaya Indonesia.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kisah Diaspora Thierry Timans Bertemu Penyanyi Asal Jogja di Kaledonia Baru, Kini Jadi Istrinya
Tribunnews.com/Lusius Genik Lendong
Diaspora Indonesia di Kaledonia Baru, Thierry Timans dan Djintar Tambunan (sebelah kiri). 

"Anak-anak saya suka budaya Indonesia. Sekarang mereka bisa main gamelan, angklung, pencak silat, karena mereka sekarang menjadi guru di Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK). Ada yang suka menari, ikut kursus bahasa Jawa," jelas Thierry.

Setelah menikah dengan orang Jogja, Thierry jadi rutin pulang ke Indonesia tiap tahunnya.

"Setiap tahun saya selalu ke Indonesia," kata Thierry.

Thierry kemudian mengenang momen saat dia pulang ke Indonesia ketika masih kecil.

Dalam kenangan Thierry, ada momen di mana dia berbagai pengalaman dan cerita dengan keluarga besar ayahnya yang berada di Lampung, Pulau Sumatera.

"Dulu saya ketemu sama keluarga papa saya, sering. Dulu waktu saya masih kecil bapak saya masih bisa berbicara bahasa Prancis. Waktu ke Lampung dulu masih bisa sharing sama mereka (keluarga papa)," kenang Thierry.

Thierry mengatakan, makanan khas Indonesia dengan Kaledonia Baru rasanya sangat jauh berbeda.

Berita Rekomendasi

"Beda rasanya makanan di sini. Tapi saya lebih suka makanan Indonesia daripada makanan dari Prancis. Makanan asli Kaledonia beda lagi," kata Thierry.

Keberadaan orang Indonesia di Kaledonia Baru telah dimulai sejak 1986 atau 125 tahun silam.

Baca juga: Moeldoko Terima Curhat Diaspora Indonesia di AS

Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Nasional, Diaspora Indonesia Donor Darah di Kuwait

Thierry mengatakan, tak aneh jika sebagian besar kebudayaan asli Indonesia telah diterapkan di Kaledonia Baru.

Seperti halnya kebiasaan orang Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Demikian juga terjadi di Kaledonia Baru.

"Semuanya orang-orang di sini makan nasi setiap hari. Di sini itu kalau tidak makan nasi belum makan," tutur Thierry.

Thierry juga menyukai budaya gotong-royong masyarakat Indonesia.

"Saya suka budaya gotong-royong masyarakat Indonesia. Saya suka meskipun kalau engga suka orang depan saya, kalau harus bantu, bantu," ujar dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas