Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

Cerita Deputi VII BIN Dapat Ancaman Pembunuhan dan Teror di Media Sosial Terkait Peristiwa KM 50 

Awalnya Wawan menjelaskan terkait masalah  terorisme yang masuk ke dalam kategori extra ordinary crime.

Cerita Deputi VII BIN Dapat Ancaman Pembunuhan dan Teror di Media Sosial Terkait Peristiwa KM 50 
ist
Wawan Hari Purwanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengaku pernah mendapat ancaman pembunuhan dan teror di media sosial terkait peristiwa tewasnya pengikut Rizieq Shihab di KM 50.

Wawan mengatakan teror tersebut berbentuk pengungkapan nama, nomor telepon, telepon gelap, dan pengiriman ribuan pesan singkat melalui aplikasi Labalabi di Whats App.

Inti dari pesan teror tersebut, kata Wawan, mereka ingin membunuhnya.

Baca juga: TP3 Sebut Temuan Atribut FPI dari Terduga Teroris Jakarta-Bekasi Bagian dari Operasi Intelijen

Awalnya Wawan menjelaskan terkait masalah  terorisme yang masuk ke dalam kategori extra ordinary crime.

Selama ini, kata Wawan, pemerintah melalui Kemenkominfo telah melalukan berbagai cara untuk membendung masalah tersebut.

Namun langkah tersebut, kata Wawan, tidak cukup efektif tanpa adanya filter dari penyedia platform media sosial misalnya Facebook, Youtube, dan WhatsApp. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Webinar ISNU-BNPT bertajuk "Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial" pada Selasa (30/3/2021).

"Cuma, kita juga sadari ada juga server-server yang tidak berada di Indonesia. Dan akun-akun itu kemarin nama saya di blow up disitu, nomor saya di-blow-up disitu dan mereka me-Labalabi saya, saya di-Labalabi ratusan ribu teror ke saya melalui Labalabi baik WhatsApp maupun telepon gelap intinya mau membunuh saya, terus-menerus," kata Wawan.

Baca juga: Rumah Terduga Teroris di Condet Digeledah Polisi, Ketua RW Lihat Ada Kartu Keanggotaan FPI

Akibatnya, kata Wawan, ponselnya pun macet karena banyaknya pesan masuk tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas