Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2021

Ramadan di Tengah Bencana, Wapres Minta Masyarakat Bersabar

Wapres tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar musibah bencana alam bisa ditangani secepatnya.

Ramadan di Tengah Bencana, Wapres Minta Masyarakat Bersabar
Surya/Hayu Yudha Prabowo
Warga membersihkan puing rumah yang rusak akibat gempa di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). Surya/Hayu Yudha Prabowo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta kepada umat muslim yang menjalani puasa Ramadan di wilayah bencana agar bersabar.

"Hadapi ramadan ini dengan tenang tapi kan kita saat ini terutama di Malang dan sekitarnya menghadapi saat ini tentu tidak tenang karena ada gempa, banyak kerusakan, banyak korban maka Wapres harap semua sabar," kata Juru Bicara Wapres Ma'ruf, Masduki Baidlowi dalam keterangannya, Selasa (13/4/2021).

Warga membersihkan puing rumah yang rusak akibat gempa di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). Surya/Hayu Yudha Prabowo
Warga membersihkan puing rumah yang rusak akibat gempa di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). Surya/Hayu Yudha Prabowo (Surya/Hayu Yudha Prabowo)

Wapres saat ini ,dikatakan Masduki, juga tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar musibah bencana alam bisa ditangani secepatnya.

"Saya kira ini dengan kondisi yang tidak ideal karena musibah apabila dilakukan bersabar insyaallah, wapres juga berempati terhadap korban yang ada di Malang dan sekitarnya," tambahnya.

Baca juga: UPDATE Data Korban Bencana NTT: 177 Orang Meninggal, 45 Lainnya Masih Hilang

Diketahui, ramadan tahun ini selain bencana pandemi Covid-19, Indonesia juga dilanda sejumlah bencana alam lain.

Berturut-turut ada banjir bandang di Flores NTT hingga gempa bumi di selatan Pulau Jawa.

Berdasarkan hasil analisi BMKG gempa tektonik tersebut memiliki kekuatan 6,7M, kemudian diupdate menjadi magnitudo 6,1M.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Doni Munardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR Widiarto, dan Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia.(Dok. Kementerian PUPR.)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Doni Munardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR Widiarto, dan Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia.(Dok. Kementerian PUPR.) (Dok kementerian PUR)

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km," dikutip dari siaran pers BMKG.

Berdasarkan analisis BMKG dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi

Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas