Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Membandingkan Kasus Kopi Mirna dan Sate Beracun Bantul, Sama-sama Gunakan Racun Sianida

Kasus racun sianida yang menewaskan anak driver ojek online beberapa hari lalu bukanlah yang pertama, di Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Membandingkan Kasus Kopi Mirna dan Sate Beracun Bantul, Sama-sama Gunakan Racun Sianida
Kolase Tribunnews: TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda dan KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
(Kiri) ayah korban dan (Kanan) perempuan pengirim sate maut yang menewaskan korban. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus sate beracun yang menewaskan anak driver ojek online di Bantul, Yogyakarta, menghebohkan publik. Sate tersebut ternyata mengandung kalium sianida.

Kasus pembunuhan yang menggunakan sianida juga pernah terjadi beberapa tahun lalu di negeri ini. Kejadian itu pun menarik perhatian publik. Kasus Jessica Wongso dan Mirna.

Sebagai informasi, Kalium sianida atau potasium sianida adalah sebuah senyawa dengan rumus KCN.

Garam kristal tak berwarna yang terlihat mirip dengan gula ini sangat larut dalam air.

Sebagian besar KCN digunakan dalam pertambangan emas, sintesis organik, dan galvanisasi.

Penerapan lainnya meliputi penyepuhan dan pemolesan perhiasan.

Galih & Pablo Mendekan di Sel Tikus Lantaran Langgar Peraturan, Senasib dengan Jessica Wongso
Galih & Pablo Mendekan di Sel Tikus Lantaran Langgar Peraturan, Senasib dengan Jessica Wongso (Insatgram @farhatabbasofficial, kompas.com)

Kasus kopi sianida Jessica Wongso

Rekomendasi Untuk Anda

Pada 6 Januari 2016, Indonesia digegerkan kabar kematian perempuan bernama Wayan Mirna Salihin usai menenggak kopi yang ternyata berisi racun sianida.

Mirna berusia 27 tahun ketika menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.

Wafatnya Mirna menyita perhatian publik selama sekitar 10 bulan setelah diketahui kasus itu bukan sekadar kematian biasa, melainkan pembunuhan berencana.

Kronologi

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa ini bermula ketika empat orang yang berteman sejak kuliah di Billy Blue College, Australia, ingin reuni di Jakarta.

Mereka adalah Mirna, Jessica Kumala Wongso, Hani Boon Juwita, dan Vera.

Pertemuan itu terlaksana pada 6 Januari 2016 di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Namun, hanya tiga orang yang hadir lantaran Vera absen.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas