Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2021

Ace Hasan Kenang Masa Kecil, Buka Puasa dengan Bubur Sop

Bagi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, bulan Ramadan merupakan bulan penuh nuansa spiritualitas yang dalam.

Ace Hasan Kenang Masa Kecil, Buka Puasa dengan Bubur Sop
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, bulan Ramadan merupakan bulan penuh dengan nuansa spiritualitas yang dalam.

Karena ada berbagai rangkaian ibadah, selain puasa, yang menyertainya seperti salat tarawih, membaca Al-Quran hingga khatam, berzakat dan tentu perayaan Idul Fitri bersama keluarga besar.

“Atmosfer bulan Ramadan itu terasa berbeda dengan bulan lainnya. Dari sejak kecil, saya terbiasa mengisi kegiatan Ramadan dengan berbuka puasa bersama keluarga, mengkhatamkan Al-Quran, tarawih bersama keluarga,” tutur Ketua DPP Partai Golkar ini ketia berbincang dengan Tribunnews.com, Senin (10/5/2021).

Satu kebiasaan Ace dan keluarga dalam berbuka puasa sewaktu kecil, selama satu bulan penuh berbuka puasa dengan bubur sop.

Baca juga: Tanggapi Survei Indikator, Ace Hasan: Publik Respon Positif Kinerja Airlangga Tangani Covid-19

“Bubur sop ini, bubur nasi cair yang ditaburi sayuran (wortel, daun kol dan toge) dan terasi,” kenangnya.

“Memakan bubur sop ini dibuat dalam jumlah yang banyak. Karena kami memakannya bersama para santri yang turut serta buka puasa. Setiap menjelang buka puasa, bersama para santri kami mengaji dulu, yaitu tahlil dan yasinan. Makan bubur sop ini berlangsung hampir satu bulan selama Ramadhan,” ucapnya.

Selain bahannya mudah dicari, bubur sop juga murah meriah. Dengan 5 liter beras, bisa menghasilkan ratusan mangkuk bubur sop yang dimakan ratusan santri.

“Ramadhan bagi saya adalah bulan refleksi (muhasabah) dari setahun kita beraktivitas. Ramadhan merupakan bulan untuk menempa kita menjadi manusia sesungguhnya,” tegasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas