Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Polisi: 1 Juta Orang Masuk-Keluar Jabodetabek Sebelum Larangan Mudik Diberlakukan

Para pemudik, dikatakan Fadil, juga terdiri dari pengemudi sepeda motor yang melintas dari wilayah Kedungwaringin menuju ke arah Jawa Tengah

Polisi: 1 Juta Orang Masuk-Keluar Jabodetabek Sebelum Larangan Mudik Diberlakukan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas melakukan penyekatan arus mudik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan sebanyak 1 juta orang melakukan perjalanan keluar dan masuk DKI Jakarta sebelum larangan mudik diberlakukan.

Diketahui, aturan larangan mudik itu berlaku 6-17 Mei 2021.

"Sebelum dilakukan pemberlakuan larangan mudik, jumlah kendaraan keluar masuk di gerbang tol baik Cikupa maupun Cikarang Barat sekitar 700 ribu kendaraan. Kemudian data penumpang melalui kereta api dan udara itu sekitar 300 ribu," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Para pemudik, dikatakan Fadil, juga terdiri dari pengemudi sepeda motor yang melintas dari wilayah Kedungwaringin menuju ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"itu puncaknya terjadi satu minggu terakhir, di mana sekitar 100 sampai 200 ribu masyarakat yang tetap nekat untuk pulang," katanya.

Maka itu, untuk mengantisipasi arus balik lebaran, Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Kodam Jaya untuk melakukan skrining terhadap setiap orang yang masih DKI Jakarta.

Baca juga: Kapolda Metro Sebut Larangan Mudik Berhasil Kurangi 50 Persen Warga Keluar Jakarta

Setiap orang yang akan masuk Jakarta akan dites sebanyak dua kali, dites di perjalanan saat orang akan masuk Jakarta dan ketika sudah sampai di tempat tujuan di ibu kota.

Ditambahkan Fadil, warga yang diperbolehkan masuk akan terus diawasi gugus tugas tingkat RT/RW yang dikoordinasi oleh Camat, Lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

"Mengapa kita mengambil langkah 2 pencegahan berbasis komunitas untuk mengefektifkan 3T: testing, tracing, treatment. Mudah-mudahan kondisi Covid-19 terkendali di Jakarta dengan antisipasi dini, bisa kita terus jaga bersama," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas