Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

BRIN Siap Biayai Pengembangan Vaksin Merah Putih Per Tahapan Penelitian

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memastikan pengembangan Vaksin Merah Putih akan dibiayai per tahapan penelitian. 

BRIN Siap Biayai Pengembangan Vaksin Merah Putih Per Tahapan Penelitian
Tangkap layar youtube Tribun Network
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Sabtu (5/6/2021). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko memastikan pengembangan Vaksin Merah Putih akan dibiayai per tahapan penelitian. 

Hal tersebut bisa dilakukan seiring BRIN mengubah mekanisme pendanaan riset.

"Mekanisme pendanaan (riset oleh anak bangsa) kita agak ubah. Bukan lagi berbasis hibah, tetapi langsung kita biayai per tahapan. Sehingga proses administrasi jadi lebih simpel, dan kita bisa membiayai semua tim peneliti," ujar Laksana saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Sabtu (5/6/2021).

Dengan mengubah mekanisme pendanaan riset, BRIN dapat membiayai pengembangan vaksin Merah Putih per tahapan penelitian.

Baca juga: Kepala BRIN Soal Vaksin Nusantara: Kami Tidak Terlibat Sama Sekali  

"Begini, proses riset, apalagi riset vaksin yang tahapannya panjang, itu di tiap tahapan ada potensi gagal," ujar Laksana Tri Handoko.

"Kalau kita kunci anggarannya ke salah satu tim (peneliti), terus misalnya vaksin itu gagal, kemudian ada tim lain yang lebih sukses, kita akan kesulitan merealokasi anggarannya," ujar Laksana.

Sejauh ini, yang sudah dikerjakan BRIN yaitu mengubah mekanisme pendanaan riset oleh anak bangsa. 

Mekanisme pendanaan sengaja diubah, agar para periset yang sedang melakukan penelitian, semuanya bisa didukung oleh BRIN.

"Ini berbagai perubahan skema ini yang sudah kita lakukan. Supaya memastikan semua tim riset bisa didukung dengan baik, dari sisi anggaran termasuk infrastrukturnya," kata Laksana.

"Kita juga sudah evaluasi semua tim itu. Dan kita sudah lihat, secara garis besar apa saja yang masih kurang termasuk infrastrukturnya. Itu yang akan kita siapkan juga," sambung dia.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas