Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PAN Minta Polisi Usut Kebocoran Data Kependudukan di Malang hingga Bogor

Dukcapil sudah melakukan evaluasi terhadap empat layanan online Dukcapil sebab layanan itu memang memiliki masalah dalam aspek pengamanan data

PAN Minta Polisi Usut Kebocoran Data Kependudukan di Malang hingga Bogor
dok. DPR RI
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus, meminta aparat penegak hukum segera bertindak dalam menyikapi bocornya data kependudukan yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota.

Menurut Guspardi, perlu dilakukan investigasi dan penyeledikan lebih lanjut.

"Jadi terhadap kebocoran data yang terjadi di beberapa kabupaten-kota itu pihak aparat penegak hukum harus memproses dengan melakukan penyelidikan, penyidikan kenapa sampai terjadi kebocoran data,  harus dilakukan secara proaktif," kata Guspardi kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Guspardi menambahkan, jika hasil dari investigasi menunjukkan ada unsur pidana, ia meminta pihak yang terlibat harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Di lain sisi, pemerintah melalui Dukcapil setempat perlu mematikan (take down)  dulu seluruh layanan yang terkoneksi dengan internet.

Baca juga: Dahlan Iskan: Untung Dokumen PPN Sembako Ini Bocor . . .

Selanjutnya harus memperkuat sistem pengamanan server data kependudukan agar kejadian serupa tidak berulang lagi kedepannya.

"Kalau seandainya itu masuk ke ranah hukum dan merugikan banyak orang dan ada unsur unsur pidananya kenapa tidak harus (pidana).

Kepolisian juga harus proaktif dan  profesional, bisa saja persoalan serupa juga terjadi di wilayah lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Guspardi menjelaskan bahwa Kemendagri mengakui ada data kependudukan yang bocor.

Data tersebut berasal dari Kabupaten Malang, Kabupaten Subang, Kota Bogor dan Kabupaten Bekasi.

Kebocoran data kependudukan tersebut terjadi karena adanya peretasan empat server milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di empat lokasi tersebut.

Baca juga: Polri Belum Putuskan Dugaan Kasus Kebocoran Data BPJS Kesehatan

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, dirinya sudah melakukan evaluasi terhadap masalah ini.

Ia menyebut masalah ini sudah diketahui seminggu yang lalu.

Zudan menjelasakan, Dukcapil sudah melakukan evaluasi terhadap empat layanan online Dukcapil sebab layanan itu memang memiliki masalah dalam aspek pengamanan data.

Penulis: chaerul umam
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas