Tribun

Virus Corona

Hidayat Nur Wahid Minta Pemerintah Berempati kepada Rakyat Terdampak PPKM Darurat

Hidayat Nur Wahid (HNW) mendesak pemerintah untuk serius mengatasi masalah Covid-19 dengan berempati kepada WNI

Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
Hidayat Nur Wahid Minta Pemerintah Berempati kepada Rakyat Terdampak PPKM Darurat
MPR RI
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendesak pemerintah untuk serius mengatasi masalah Covid-19 dengan berempati kepada WNI yang terkena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurut HNW, pemerintah harus menerapkan kebijakan yang adil yaitu menutup rapat-rapat berbagai pintu masuk ke Indonesia dari kedatangan Warga Negara Asing (WNA), terutama yang berasal dari negara-negara yang masih terdapat banyak kasus Covid-19, selama PPKM darurat.

Baca juga: Hari ke-11 PPKM Darurat, Jumlah Penumpang KRL Mencapai 99.757 Orang

HNW mengatakan hal ini sejak dari awal pemberlakuan PPKM darurat sudah diteriakkan oleh berbagai pihak, apalagi belakangan sudah ada 6 negara yang tanpa basa basi telah tegas menutup pintunya terhadap kedatangan dari Indonesia.

"Sementara Indonesia masih saja tidak menutup pintunya, dan berdampak kepada tetap masuknya TKA Asing yang terbukti ada yang terpapar covid-19. Padahal sejak 12 Juli 2021 kemarin, PPKM Darurat tidak hanya diterapkan di Jawa dan Bali, tetapi juga diterapkan di sejumlah kabupaten/kota di luar pulau tersebut," kata HNW melalui keterangannya, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Soal PPKM Darurat Diperpanjang, Politikus Golkar: Jangan Bertaruh dengan Kesehatan Masyarakat

HNW mengatakan apabila pemerintah mengambil kebijakan menutup kedatangan WNA atau Tenaga Kerja Asing (TKA) tersebut, maka itu menunjukkan sikap yang betul-betul serius dalam mengatasi covid-19, adil dan empati bagi WNI yang saat ini dengan PPKM Darurat diperluas menjadi makin dibatasi pergerakannya, termasuk untuk mencari nafkah.

"Pemerintah seharusnya juga berempati agar jangan hanya WNI yang dibatasi pergerakannya dengan segala dampaknya, tetapi juga seharusnya terhadap WNA dibatasi agar tak masuk ke Indonesia dengan dalih apapun," ujarnya.

"Karena terbukti melonjaknya kasus terpapar covid-19 adalah karena varian baru virus delta dari India yang terbukti awalnya dibawa oleh WNA yang masuk ke Indonesia dan terkonfirmasi positif Covid-19. Dan klaim Pemerintah bahwa Covid-19 terkendali, juga tidak terbukti, dengan makin banyaknya korban termasuk di kalangan Nakes. Sementara Rumah Sakit sudah penuh dan banyak yang kolaps, dan obat-obatan covid-19 banyak yang menghilang," lanjutnya.

Ironisnya, lanjut HNW, pintu untuk TKA masih saja dibuka oleh pemerintah, dan terjadilah kasus, dimana TKA asal Cina, terkonfirmasi positif Covid-19 ketika masuk ke Bula, Kabupaten Serang Bagian Timur, Maluku.

Padahal status Kota Bula dan Kabupaten Seram Bagian Timur saat ini merupakan zona hijau.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas