Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Bahagianya Johan Ketika Pasien yang Menerima Plasma Konvalesen Selamat dan ke Luar dari Masa Kritis

Kondisi sang ayah berangsur membaik, setelah mendapat transfusi dua kantong donor plasma konvalesen. Tadinya sulit makan, bisa menerima asupan makanan

Bahagianya Johan Ketika Pasien yang Menerima Plasma Konvalesen Selamat dan ke Luar dari Masa Kritis
/Jeprima
Warga yang telah sembuh dari Covid-19 mendonorkan plasma konvalen miliknya di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2021). Acara donor ini diselenggarakan oleh Kompas Gramedia (KG) Media bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Plasmahero.id yang bertajuk Plasma Kebaikan. Tribunnews/Jeprima 

Bahkan, ada seorang penerima donor, yakni perempuan berusia 70 tahun yang kini kondisinya semakin membaik.

Kata dia, keuntungan paling besar dari mendonorkan plasma konvalesen dan hal tak bisa dibeli oleh siapapun adalah bagaimana melihat orang yang ditolong, berhasil selamat dan keluar dari masa kritis.

"Keuntungan yang tidak bisa dibeli oleh siapapun, adalah kita bisa menolong orang. Bisa dibayangkan saat yang kita tolong kondisinya sudah sesak, sudah putus asa, pada saat terima plasma kita, besoknya dapet kabar sudah lebih baik, dan bisa pindah ke kamar biasa. Kita berasa luar biasa bisa bantu orang," ujarnya.

Lantaran Orang Tua Sembuh Setelah Mendapat Donor Plasma

Cerita lain datang dari seorang Pendonor Plasma Konvalesen, Y Sulistyawan (40).

Pria asal Depok ini mau menjadi pendonor plasma konvalesen lantaran pengalaman orang tuanya, Sungkono Hadisaputro (80), yang berhasil membaik setelah menerima plasma dari penyintas Covid-19.

Awalnya, Sulis sengaja datang dari Depok ke Solo, lantaran cemas mendapat kabar ayahnya sakit, hingga mengalami sesak napas.

Belakangan diketahui bahwa ayahnya positif Covid-19. Kondisi kesehatannya semakin hari, semakin menurun. Tak bisa bangun dari ranjang, sulit bernapas hingga sulit untuk menerima asupan makanan.

Mendengar kabar itu, Sulis langsung bergegas naik bus dari Depok ke Solo. Untuk melihat kondisi ayahnya itu di kampung halaman.

Sampai sana, Sulis membawa orang tuanya itu ke Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah. Meski sudah mendapat obat untuk Covid-19, kondisi sang ayah cenderung terus menurun.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas